Milestones Health Promotion: Statements from Global Conferences

The first International Conference on Health Promotion, meeting in Ottawa this 21st day of November 1986, hereby presents this CHARTER for action to achieve Health for All by the year 2000 and beyond.

This conference was primarily a response to growing expectations for a new public health movement around the world. Discussions focused on the needs in industrialized countries, but took into account similar concerns in all other regions. It built on the progress made through the Declaration on Primary Health Care at Alma-Ata, the World Health Organization’s Targets for Health for All document, and the recent debate at the World Health Assembly on intersectoral action for health.

Read and Download Milestones Health Promotion: Statements from Global Conferences at e-Library Promkes.net

10 Mei, Hari Lupus Sedunia #WorldLupusDay

Lebih dari lima juta orang dari seluruh belahan dunia diperkirakan terdiagnosis Lupus.  Jumlah Odapus (Orang yang hidup dengan Lupus) dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013 dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Sekitar 90% Odapus adalah wanita aktif usia subur antara 15-45 tahun. Hal ini sesuai dengan rasio jenis kelamin wanita berbanding pria yaitu 9:1.

Lupus sering dikenal juga dengan nama Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus adalah penyakit peradangan menahun (kronis) yang dapat mengenai berbagai organ dan sistem tubuh sebagai reaksi alergi terhadap diri sendiri atau disebut juga autoimun. Autoimun berasal dari kata auto artinya sel atau jaringan tubuh sendiri. Imun artinya sistem pertahanan tubuh. Jadi autoimun artinya situasi saat sistem imun tidak mengenali sel atau jaringan tubuh sendiri.

Lupus bukan penyakit menular. Namun, hingga saat ini penyebab Lupus belum diketahui. Diduga Lupus terjadi ketika suatu susunan gen yang memiliki kelemahan terkena paparan faktor lingkungan, yaitu ketidakseimbangan hormon, stres fisik maupun psikis (pikiran), sinar ultraviolet, infeksi, beberapa jenis obat dan zat kimia tertentu.

Waspadai jika mengalami empat atau lebih gejala Lupus berikut ini, segera konsultasi dengan dokter pemerhati Lupus untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Demam lebih dari 38’C dengan sebab yang tidak jelas.
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan.
  3. Sensitif terhadap sinar matahari.
  4. Rambut rontok.
  5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi.
  6. Ruam kemerahan di kulit.
  7. Sariawan yang tidak sembuh-sembuh terutama di atap rongga mulut.
  8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari dua sendi dalam jangka waktu lama.
  9. Ujung jari-jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin.
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas.
  11. Kejang atau kelainan saraf lainnya.

Pemeriksaan laboratorium yang meliputi periksa darah rutin, urin rutin dan imunologis akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan beratnya penyakit.

Pada umumnya seseorang yang terdiagnosa penyakit berat akan mengalami beberapa fase sebelum  bisa menerima keadaaan dirinya. Saat ini masih banyak ditemukan mitos yang beredar yang berdampak negatif terhadap Odapus. Misalnya Lupus dianggap sebagai penyakit menular. Akibatnya masyarakat sering mengucilkan Odapus.

Oleh karena itu, informasi yang benar tentang Lupus pada keluarga dan masyarakat akan sangat bermanfaat untuk mendorong Odapus beraktifitas normal dan melanjutkan hidup yang lebih berkualitas.

***

Informasi Kesehatan Masyarakat | Promosi Kesehatan | “motion for HEALTH”

Sumber : SHF, World Lupus Day, Kemenkes RI

Call for Research Proposals Related to Tobacco Consumption in Indonesia

In collaboration with the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHSPH), the Demographic Institute University of Indonesia will undertake work to enhance development of the Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN) and expand tobacco control-related research in Indonesia by implementing a research grant program and organizing a Research Findings Dissemination Conference with the aims of:

  1. Attracting researchers from reputable universities in Indonesia to engage with the ITCRN
  2. Encouraging more social scientists to undertake tobacco control-related research
  3. Communicating the results of tobacco control-related research to policy makers and other tobacco control stakeholders with the aim of affecting policy development and implementation
  4. Publishing Indonesia-specific research results in international and national academic journals

We are inviting researchers to submit research proposals related to tobacco consumption in Indonesia. The proposals must address current tobacco control policy relevant issues in the country and align with the WHO MPOWER tobacco control intervention concept (www.who.int). In the context of this Call, priority consideration will be given to proposals focusing on components M, P, W, E, and R.

Eligibility Criteria

  1. Fulltime-researchers and lecturers from reputable universities in Indonesia.
  2. Minimum education required is a master’s degree (S2).
  3. Willingness to follow the terms and conditions of the grant.
  4. No connection with the tobacco industry or any of its derivatives.

Documents to be submitted
by email to ahsanov@yahoo.com with subject “ITCRN Submission 2017” :

  1. Proposal abstract: in English (no more than 500 words)
  2. Full Proposal: in Bahasa (background; objectives; methods; time line; proposed budget), no more than 10 pages.
  3. Study team : a team consisting of three people (attach CV)

Important date

  • Proposal Submission : May 8 – 23, 2017
  • Notification : June 5, 2017

Budget: The budget available for each research project is a maximum of IDR 50.000.000

Submission Deadline May 23, 2017 : 1200 AM