Situasi Umum Konsumsi Tembakau di Indonesia

Penggunaan tembakau adalah penyebab global yang utama dari kematian yang dapat dicegah. Dunia OrganisasiKesehatanWHOmenghubungkanhampirjutakematianpertahundisebabkantembakau.Angkaini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari juta kematian di tahun Global Youth Tobacco Survey, . Merokok merupakan bentuk utama penggunaan tembakau. Secara global, terjadi peningkatan konsumsi rokok terutama di negara berkembang. Diperkirakan saat ini jumlah perokok di seluruh dunia mencapai , milyar orangTobaccoControlSupportCentre,.

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia, yaitu pada urutan ketiga setelah ChinadanIndiasehatnegeriku.kemkes.go.id.Konsumsi tembakaudiIndonesiameningkatsecarabermakna, karena faktor-faktor meningkatnya pendapatan rumah tangga, pertumbuhan penduduk, rendahnya harga rokok dan mekanisasi industri kretek Tobacco Control Support Centre, . Berdasarkan data dari Tobacco Atlastahun , jumlah batang rokok yang dikonsumsi di Indonesia cenderung meningkat dari milyar batang pada tahun menjadi, milyar batang pada tahun Tobacco Control Support Centre,.Meskipun bahaya rokok sudah banyak diinformasikan namun jumlah perokok di Indonesia tidak menurun, bahkan ada kecenderunganmeningkatsetiaptahun.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati dis eluruh dunia setiap tahun pada tanggal Mei,takt erkecuali di Indonesia. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini dapat menjadi momentum untuk mengingatkan dan menyebarluaskan kepada masyarakat tentang bahaya merokok serta dampaknya bagi kesehatan.

Baca dan Unduh Situasi Umum Konsumsi Tembakau di Indonesia – e-Library Promkes.net

Review of Evidence Series: Health and Economic Costs of Tobacco in Indonesia

Development of public policy on tobacco control at national and local levels based on current evidence is needed. Indonesia faces a challenge of Non Communicable Diseases that dominates the morbidity and mortality statistics in the last few years and threaten the community health and economic security of the country; as well as causes negative impact to the Indonesian Health System and the National Health Insurance Program.

This Review is a collaborative effort from scholars in several institutions to bring together the available information on healthand economic costs from verifiable data sources, as well as from unclassified yet authentic sources, and provide a brief analysis ofcurrent country situation.

The Review is presented in Seven Chapters as follows:

Chapter 1 : Introduction – provides an overview, background and objectives of the Review

Chapter 2 : Tobacco Consumption in Indonesia – based on latest data and information from Basic Health Research (RISKESDAS), Global Youth Tobacco Survey and other sources

Chapter 3 : Health Risk of Tobacco Consumption – cover Nicotine, Carbon Monoxide, Tar, Clove and other additives

Chapter 4 : Health Impact Due to Tobacco

Chapter 5 : Economic Costs – cover macro level (Burden of Disease Attributable to Tobacco in Indonesia, direct and indirect costs) and Micro Level: cost of purchasing cigarettes

Chapter 6 : Discussions

Chapter 7 : Policy Implication and Recommendations

Hopefully this Review may contribute to the sustainable tobacco control program and to re-design more cost-effective interventions for Indonesia.

Read and Download: Review of Evidence Series: Health and Economic Costs of Tobacco in Indonesia at e-Library Promkes.net

Melawan Mager Cegah Penyakit Jantung

Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni 12,9% (Survei Sample Regristration System (SRS), 2014). PJK paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun (3,6%) diikuti kelompok umur 75 tahun ke atas (3,2%), kelompok umur 55-64 tahun (2,1%) dan kelompok umur 35-44 tahun (1,3%) (Riset Kesehatan Dasar, 2013).

Salah satu cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Jantung Koroner (PJK) adapah bergerak aktif dengan aman. Malas gerak menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis penyakit kardiovaskular seperti PJK ini.

Promkes.net yakin jika upaya pencegahan lebih murah dibanding pengobatan penyakit jantung. Sekitar 51,99% atau setara 6,67 triliun dari pembiayaan @bpjskesehatan_ri tersedot oleh penyakit ini (@detikcom).

Kami yang tergabung dalam gerakan #MelawanMager mengajak #SobatSehat dari berbagai penjuru nusantara dan WNI yang tinggal di mancanegara untuk ikut bergerak aktif bersama kami. Mari kita bersama kurangi risiko dan kendalikan penyakit Jantung.

EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

Caranya:

📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

Pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok

Kebiasaan merokok sudah meluas di hampir semua kelompok masyarakat di Indonesia dan cenderung meningkat, terutama di kalangan anak dan remaja sebagai akibat gencarnya promosi rokok di berbagai media massa. Hal ini memberi makna bahwa masalah merokok telah menjadi semakin serius, mengingat merokok berisiko menimbulkan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat terjadi baik pada perokok itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya yang tidak merokok (perokok pasif). Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah pengamanan rokok bagi kesehatan, diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan serta menjadi kewajiban asasi bagi kita semua terutama para pimpinan/penentu kebijakan di tempat tersebut untuk mewujudkannya.

Pedoman ini merupakan pedoman umum tentang perlunya Kawasan Tanpa Rokok dan bagaimana cara mengembangkannya di beberapa tatanan serta sekaligus sebagai langkah advokasi untuk memperoleh komitmen yang tinggi dalam mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok. Buku Pedoman Kawasan Tanpa Rokok ini merupakan pengembangan dari Buku Panduan Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok yang telah diterbitkan oleh Pusat Promosi Kesehatan pada tahun 2006.

Ruang Lingkup

  • Pendahuluan
  • Masalah, Fakta dan Data Tentang Rokok
  • Pengelolaan Kawasan Tanpa Rokok
  • Pengertian
  • Landasan Hukum
  • Tujuan, Sasaran dan Manfaat
  • Langkah-Langkah Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok
  • Indikator Kawasan Tanpa Rokok
  • Kisah Sukses Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok

 

Unduh Pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok Disini

 

Sumber : Promkes Kemenkes RI

***

[ Informasi Kesehatan Masyarakat | Promosi Kesehatan | motion for HEALTH ]

Call for Research Proposals Related to Tobacco Consumption in Indonesia

In collaboration with the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHSPH), the Demographic Institute University of Indonesia will undertake work to enhance development of the Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN) and expand tobacco control-related research in Indonesia by implementing a research grant program and organizing a Research Findings Dissemination Conference with the aims of:

  1. Attracting researchers from reputable universities in Indonesia to engage with the ITCRN
  2. Encouraging more social scientists to undertake tobacco control-related research
  3. Communicating the results of tobacco control-related research to policy makers and other tobacco control stakeholders with the aim of affecting policy development and implementation
  4. Publishing Indonesia-specific research results in international and national academic journals

We are inviting researchers to submit research proposals related to tobacco consumption in Indonesia. The proposals must address current tobacco control policy relevant issues in the country and align with the WHO MPOWER tobacco control intervention concept (www.who.int). In the context of this Call, priority consideration will be given to proposals focusing on components M, P, W, E, and R.

Eligibility Criteria

  1. Fulltime-researchers and lecturers from reputable universities in Indonesia.
  2. Minimum education required is a master’s degree (S2).
  3. Willingness to follow the terms and conditions of the grant.
  4. No connection with the tobacco industry or any of its derivatives.

Documents to be submitted
by email to ahsanov@yahoo.com with subject “ITCRN Submission 2017” :

  1. Proposal abstract: in English (no more than 500 words)
  2. Full Proposal: in Bahasa (background; objectives; methods; time line; proposed budget), no more than 10 pages.
  3. Study team : a team consisting of three people (attach CV)

Important date

  • Proposal Submission : May 8 – 23, 2017
  • Notification : June 5, 2017

Budget: The budget available for each research project is a maximum of IDR 50.000.000

Submission Deadline May 23, 2017 : 1200 AM