Penuntun Hidup Sehat

Lima penyakit – pneumonia, diare, malaria, campak dan AIDS – merupakan penyebab dari separuh kematian anak usia dibawah lima tahun. Di samping itu kondisi kurang gizi merupakan pendukung terhadap penyebab sepertiga dari kematian tersebut.

Sesungguhnya sangat mungkin menyelamatkan kehidupan dan mengurangi beban penderitaan manusia tersebut dengan cara menyebarluaskan berbagai cara pencegahan yang murah, berbagai tindakan perlindungan dan perawatan. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan ini juga dimiliki para orang tua, pengasuh, dan masyarakat yang merupakan garis terdepan dalam melindungi anak dari sakit dan bahaya.

Penuntun Hidup Sehat disusun sebagai sebuah sumber yang sangat penting bagi mereka yang paling memerlukan. Buku ini berisi berbagai informasi penting tentang bagaimana mencegah kematian anak dan ibu, berbagai penyakit, cedera, dan kekerasan.

Sejak Buku Penuntun Hidup Sehat ini mulai diterbitkan pada 1989, tidak terhitung jumlah keluarga serta warga masyarakat yang telah mempraktikkan berbagai pesan buku ini dalam kehidupan mereka. Usaha selama bertahun-tahun ini telah menyumbang terhadap kemajuan signifikan dalam berbagai indikator global dalam bidang kesehatan, pendidikan, usia harapan hidup, kesakitan dan kematian anak serta ibu. Banyak dari hasil ini diperoleh melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat sehingga mereka mempraktikkan perilaku yang dapat meningkatkan keberlangsungan hidup, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, serta perlindungan anak, di samping pada saat yang sama juga mempromosikan hak anak dan perempuan.

Baca dan Unduh Penuntun Hidup Sehat di e-Library Promkes.net

Bergerak Aktif #MelawanMager bikin Hidup Lebih Bahagia

Bergerak aktif seperti olahraga akan membantu tubuh belajar beradaptasi dan terbiasa menghadapi stres dengan baik. Tubuh akan mudah bertahan menghadapi tekanan lainnya. Stres akan menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah meningkat. Maka olahraga dapat menurunkan dan membuat kembali normal.

Jika kita malas gerak (mager), maka tubuh akan tidak siap menghadapi stres. Akhirnya sering mengalami insomnia, nafsu makan meningkat, jantung berdetak lebih cepat dan berujung pada meningkatnya risiko terserang Diabetes Mellitus, obesitas, sistem kekebalan tubuh menurun, pikiran jadi kurang fokus ’plonga-plongo’ dan masih banyak lagi.

Riset yang melibatkan 49 wanita yang mengalami stres berat dan diminta olahraga selama 8 minggu berturut-turut, menunjukkan perubahan yang signifikan. Fungsi tubuhnya normal dan hasil tes psikologi menunjukkan stres berkurang, bahkan hilang sama sekali. Penelitian tersebut juga mengungkap fakta bahwa bergerak aktif juga mampu meningkatkan hormon serotonin dan endorfin atau disebut juga HORMON BAHAGIA. Hormon tersebut membuat tubuh merasa rileks, tenang, dan bahagia.

Umi Sofiyana mengajak #SobatSehat selalu HIDUP BAHAGIA dengan cara aktif bergerak #MelawanMager

EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

Caranya:

  • 📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS.
  • 📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Motion For Health ~> Pilih: Melawan Mager
  • LANGKAH TERHITUNG. 🏃🏻‍♂️🏃🏻‍♀️
  • KITA TERHUBUNG. 🤝
  • SALING MENDUKUNG ❤️
  • Gerak Aktif Merangsang Munculnya Otot Six Pack

    Saat libur, millenial rawan terjebak di kasur. Gadget yang tidak lepas dari jemari, memaksa untuk bersantai dan lupa aktivitas fisik. Menginjak triwulan terakhir tahun ini, resolusi 2018 punya perut Six Pack pun terancam gagal lagi. ”Malas gerak menunda munculnya otot six pack di perut.” ujar Nopianto @nopian10_ yang aktif sebagai Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi @persakmi) Provinsi Riau ini.

    Nopianto gemar touring dengan motor kesayangannya. Khas millenial lainnya, petualangan menjadi hiburan saat penat kerja melanda. ”Selain touring, akhir pekan menghabiskan waktu dengan Jogging” ungkap pria alumni STIKes Hang Tuah Pekanbaru ini. Sebagai penyemangat, Tim Pacer ”Melawan Mager” menerbitkan peringkat capaian mingguan dan bulanan. Nopianto dan teman-teman Pelawan Mager pun menyukainya. ”Adanya sistem peringkat memunculkan motivasi tersendiri untuk konsisten dalam peringkat 10 besar” paparnya.

    Agar tubuh tetap sehat dan impian otot kotak-kotak bisa terwujud, olahraga rutin menjadi penting.”Olahraga yang bagus itu minimal 30 menit per hari” pesan pendiri @kitakesmas ini.

    @nopian10_ mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik bergabung?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Melawan Mager Cegah Penyakit Jantung

    Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni 12,9% (Survei Sample Regristration System (SRS), 2014). PJK paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun (3,6%) diikuti kelompok umur 75 tahun ke atas (3,2%), kelompok umur 55-64 tahun (2,1%) dan kelompok umur 35-44 tahun (1,3%) (Riset Kesehatan Dasar, 2013).

    Salah satu cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Jantung Koroner (PJK) adapah bergerak aktif dengan aman. Malas gerak menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis penyakit kardiovaskular seperti PJK ini.

    Promkes.net yakin jika upaya pencegahan lebih murah dibanding pengobatan penyakit jantung. Sekitar 51,99% atau setara 6,67 triliun dari pembiayaan @bpjskesehatan_ri tersedot oleh penyakit ini (@detikcom).

    Kami yang tergabung dalam gerakan #MelawanMager mengajak #SobatSehat dari berbagai penjuru nusantara dan WNI yang tinggal di mancanegara untuk ikut bergerak aktif bersama kami. Mari kita bersama kurangi risiko dan kendalikan penyakit Jantung.

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Stop Buat Alasan Mager

    Tidak kaget jika 1 dari 4 penduduk Indonesia tergolong malas gerak. Karena kebiasaan kita kemana-mana naik motor. Walaupun cuma ke warung yang berada di sebelah gang rumah, motor pun ditarik keluar garasi untuk mengantar ke warung tersebut.

    Christyana Sandra @yanasandra12 yang biasa dipanggil Yana ini pun mengaku sering mengalami permasalahan yang sama. Menurutnya, alasan untuk malas gerak itu banyak sekali, hampir tak terhitung. Namun, kalau malas terus juga akan berakibat buruk bagi kesehatan.”90% kegagalan berasal dari orang-orang yang biasa membuat alasan. Stop buat alasan malas gerak” ujar wanita yang sehari-hari menjadi dosen di Universitas Jember ini.

    Yana pun punya jurus tersendiri. Wanita alumni FKM Universitas Airlangga Surabaya ini selalu mengantongi gawainya. Dia memastikan aplikasi Pedometer & Step Tracker nya aktif mengukur setiap aktivitas tubuhnya. Mulai saat mengajar di kelas, membersihkan rumah dan jalan-jalan bersama putra-putrinya. Aplikasi membantunya menghitung capaian gerak dan datanya langsung tersinkronisasi di grup Melawan Mager. “Melawan Mager itu seperti komunitas dukungan online. Anggotanya berlokasi jauh-jauh, ada yang di Aceh, Lampung, Banyuwangi, dan Salaya-Thailand. Kita semua pun terhubung, saling menyemangati, saling mendukung. Member terus bertambah” ujarnya.

    Yana mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik menjadi salah satu dari ratusan Pelawan Mager?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    1 dari 4 Penduduk Indonesia Masih Malas Gerak

    1 dari 4 penduduk Indonesia tergolong kurang aktif bergerak (Riset Kesehatan Dasar 2013). Dari total 34 provinsi, sebanyak 65% berpenduduk masih kurang melakukan aktivitas fisik. dengan di atas rata-rata Indonesia. Lima provinsi penduduk paling malas gerak antara lain DKI Jakarta (44,2%), Papua (38,9%), Papua Barat (37,8%), Sulawesi Tenggara dan Aceh (masing-masing 37,2%). Apakah #SobatSehat salah satunya?

    Sebelum nantinya menyesal, Agus Samsudrajat mengajak kita semua untuk aktif bergerak #MelawanMager. Karena bergerak terbukti sangat bermanfaat untuk kesehatan. “Apapun aktivitasnya biar sehat. Jangan sampai menyesal, jika kita sudah tidak mampu bergerak lagi”, pesan pria berkacamata yang berdomisili di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ini.

    Agus mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik ambil bagianmu?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Klik : Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Melawan Mager Terbukti Membantu BPJS!

    Tubuh yang kurang gerak berisiko tinggi terserang berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (stroke, hipertensi, jantung dll), kanker dan diabetes. Padahal penyakit tersebut termasuk dalam golongan penyakit yang banyak makan uang BPJS. Contohnya penyakit Jantung berhasil menyedot 6,67 Triliun, Kanker (2,21 Triliun) dan berikutnya Stroke (1,62 Triliun). Penyakit Jantung menyerap sebanyak 51,99% pendanaan di BPJS (detik.com, 2018).

    Melawan malas gerak dengan rutin terbukti secara signifikan menjaga kondisi tetap bugar dan mampu mencegah berbagai penyakit tersebut (World Health Organization, 2018). Jika masyarakat sehat, terbebas dari penyakit-penyakit tersebut maka BPJS pun akan terbantu.

    Nah, lebih baik mencegah atau mengobati?

    Kapan kamu ambil peran membantu BPJS?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Lomba Poster Pekan ASI Sedunia 2017 – Kemenkes RI (Diperpanjang sampai 31 Juli 2017)

    Tema:

    "Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”

    Sub tema:

    • Ibu Bekerja, ASI Tetap Diberikan
    • Ibu Bekerja, ASI Jalan Terus
    • Ayo Dukung Ibu Menyusui
    • Menyusui itu Mudah, Sehat  dan Tidak Menambah Biaya Keluarga
    • Menyusui, Anak Sehat, Cerdas dan Menjadi Generasi Berkualitas
    • Menyusu Meningkatkan Produktifitas Perusahaan
    • Menyusui, Menjaga Lingkungan dari Sampah Akibat Produk Susu Formula

    Syarat Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

    • Peserta merupakan Warga Negara Indonesia, berusia 15 – 18 tahun, berdomisili/bersekolah di DKI Jakarta (**peserta luar DKI Jakarta dapat mengikuti lomba, namun apabila menjadi pemenang panitia tidak menyediakan biaya transportasi dan akomodasi untuk penerimaan hadiah tanggal 9 Agustus 2017 di Kemenkes).
    • Menunjukan tanda pengenal (Kartu Pelajar, KTP, KK, Identitas resmi lainnya)
    • Peserta merupakan perorangan tidak berkelompok
    • Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran
    • Peserta wajib mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran di sini dan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi ke alamat email posterpas2017@gmail.com sejak tanggal 17 Juli 2017 sampai tanggal 28 Juli 2017 (diperpanjang sampai 31 Juli 2017)
    • Peserta wajib memberi konfirmasi setelah mengirim formulir pendaftaran dengan menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms, dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM(spasi)SUDAHMENGIRIM FORMULIR.

    Ketentuan Pembuatan Poster dalam Lomba Desain Poster Hari ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

    • Poster yang dibuat adalah karya sendiri bukan hasil karya orang lain atau plagiat dan belum pernah dipublikasikan serta belum pernah dilombakan pada lomba poster lain. Apabila poster tersebut terbukti melanggar ketentuan orisinalitas maka peserta akan didiskualifikasi dari perlombaan.
    • Jenis poster yang dilombakan adalah Poster publik.
    • Poster hanya boleh menggunakan bahasa Indonesia yang dituliskan dengan singkat, jelas, dan efektif.
    • Karya poster tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan politik.
    • Desain poster mencantumkan logo Kementerian Kesehatan
    • Karya poster dibuat menggunakan program computer grafis/software grafis yang tersedia (Corel Draw, Adobe Photoshop, Illustrator dll.)
    • Format file poster yang dikirimkan yaitu 2 jenis, Yang pertama sesuai dengan format file dari program/software aplikasi pembuatan poster dan yang kedua adalah format JPEG. Contoh: Apabila peserta membuat poster menggunakan coreldraw maka format yang dikirimkan berbentuk CDR dan wajib juga mengirimkan format JPEGnya.
    • Format karya poster dibuat dengan ukuran 3508 x 4961 pixels (setara dengan ukuran A3, 150 pixel/inch), dengan posisi vertikal.
    • Setiap peserta wajib membuat narasi atas karya yang dibuat. Narasi dibuat dalam 1 halaman kertas A4.
    • Peserta wajib mengirimkan softcopy poster dan narasi poster paling lambat hari Rabu, 1 Agustus 2017 sesuai format aplikasi bawaan yang  nama filenya diberi nama LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA (spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM, dengan melampirkan formulir pendaftaran dan scan Kartu Identitas dalam bentuk jpg. Dikirim ke email posterpas2017@gmail.com dengan subjek LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES (spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/ UNIVERSITAS/UMUM.
    • Setelah melakukan pengiriman, peserta wajib mengkonfirmasi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM (spasi) SUDAH MENGIRIM KARYA
    • Naskah poster menjadi hak milik dan hak publikasi panitia sedangkan hak cipta tetap ada pada penulis.
    • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta jika melakukan pelanggaran.
    • Pengumuman pemenang yang akan diumumkan pada pada 6 Agustus 2017 melalui email dan media social
    • Pemenang akan diundang untuk menghadiri Peringatan Pekan Asi Sedunia 2017 di Kementerian Kesehatan untuk memperoleh penghargaan dan hadiah menarik dari Kementerian Kesehatan
    • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

     

    Kriteria Penilaian Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia 2017

    • Kesesuaian dengan Tema, ide dan gagasan yang menarik dan memberikan informasi yang baik.
    • Pesan.: Pesan singkat, padat , jelas dan terbaca. Jenis huruf yang jelas keterbacaannya. Warna huruf dan warna latar belakang kontras dan jelas.
    • Artistik: Hal-hal yang perlu diperhatikan: warna dan gambar yang menarik. Lebih baik gambar  tidak mengambil dari Internet, gambar menggunakan model/talent orang Indonesia, gambar tidak melanggar etika dan kesopanan.

    Hadiah Pemenang

    • Juara 1             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
    • Juara 2             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
    • Juara 3             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik

    Catatan: Seluruh peserta yang mengikuti lomba poster mendapatkan sertifikat, yang akan  dikirimkan ke alamat rumah. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms atau telepon.
     

    Juri

    1. ekretariat Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan
    2. Dit. Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan
    3. Dit. Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan
    4. Dit. Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan
    5. Dit. Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan
    6. Forum Pelajar Indonesia

    Control Your Blood Pressure!

    Iklan layanan masyarakat hasil produksi HEALTH proMOTION @Promosi_Sehat pada saat memperingati Hari Kesehatan Sedunia Tahun 2013. Tema yang diusung yaitu “Control Your Blood Pressure”. Informasi World Health Day 2013 bisa dilihat disini.

     

    [ Media Promosi Kesehatan | Kesehatan Masyarakat ]

    Aduh! Karena Rokok Cinta Ditolak

    Sedih nggak tuh, kalau cinta bertepuk sebelah tangan. Versi berikutnya dari Iklan Layanan Masyarakat besutan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat ini bercerita tentang wanita yang menolak cinta dari seorang pria. Wanita akan berpikir beribu kali untuk menerima perokok menjadi pasangannya lho, bahkan pada titik tertentu, wanita tidak akan pernah menerima cinta dari seorang perokok. Apa sih alasannya ?

    Semoga bisa menjadi motivasi untuk Sobat Sehat agar selalu hidup sehat tanpa rokok ya.

     

    [ Media Promosi Kesehatan | Kesehatan Masyarakat ]