Bagaimana Pendapat Imam Besar Masjid Istiqlal tentang Imunisasi MR?

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA mendukung program Imunisasi Measles dan Rubella (MR).

Imunisasi adalah ikhtiar untuk menyelamatkan kehidupan yang diperbolehkan dalam Islam. Pastikan anak anda diimunisasi.

Sumber: Kemenkes RI

Lomba Poster Pekan ASI Sedunia 2017 – Kemenkes RI (Diperpanjang sampai 31 Juli 2017)

Tema:

"Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”

Sub tema:

  • Ibu Bekerja, ASI Tetap Diberikan
  • Ibu Bekerja, ASI Jalan Terus
  • Ayo Dukung Ibu Menyusui
  • Menyusui itu Mudah, Sehat  dan Tidak Menambah Biaya Keluarga
  • Menyusui, Anak Sehat, Cerdas dan Menjadi Generasi Berkualitas
  • Menyusu Meningkatkan Produktifitas Perusahaan
  • Menyusui, Menjaga Lingkungan dari Sampah Akibat Produk Susu Formula

Syarat Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

  • Peserta merupakan Warga Negara Indonesia, berusia 15 – 18 tahun, berdomisili/bersekolah di DKI Jakarta (**peserta luar DKI Jakarta dapat mengikuti lomba, namun apabila menjadi pemenang panitia tidak menyediakan biaya transportasi dan akomodasi untuk penerimaan hadiah tanggal 9 Agustus 2017 di Kemenkes).
  • Menunjukan tanda pengenal (Kartu Pelajar, KTP, KK, Identitas resmi lainnya)
  • Peserta merupakan perorangan tidak berkelompok
  • Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran
  • Peserta wajib mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran di sini dan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi ke alamat email posterpas2017@gmail.com sejak tanggal 17 Juli 2017 sampai tanggal 28 Juli 2017 (diperpanjang sampai 31 Juli 2017)
  • Peserta wajib memberi konfirmasi setelah mengirim formulir pendaftaran dengan menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms, dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM(spasi)SUDAHMENGIRIM FORMULIR.

Ketentuan Pembuatan Poster dalam Lomba Desain Poster Hari ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

  • Poster yang dibuat adalah karya sendiri bukan hasil karya orang lain atau plagiat dan belum pernah dipublikasikan serta belum pernah dilombakan pada lomba poster lain. Apabila poster tersebut terbukti melanggar ketentuan orisinalitas maka peserta akan didiskualifikasi dari perlombaan.
  • Jenis poster yang dilombakan adalah Poster publik.
  • Poster hanya boleh menggunakan bahasa Indonesia yang dituliskan dengan singkat, jelas, dan efektif.
  • Karya poster tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan politik.
  • Desain poster mencantumkan logo Kementerian Kesehatan
  • Karya poster dibuat menggunakan program computer grafis/software grafis yang tersedia (Corel Draw, Adobe Photoshop, Illustrator dll.)
  • Format file poster yang dikirimkan yaitu 2 jenis, Yang pertama sesuai dengan format file dari program/software aplikasi pembuatan poster dan yang kedua adalah format JPEG. Contoh: Apabila peserta membuat poster menggunakan coreldraw maka format yang dikirimkan berbentuk CDR dan wajib juga mengirimkan format JPEGnya.
  • Format karya poster dibuat dengan ukuran 3508 x 4961 pixels (setara dengan ukuran A3, 150 pixel/inch), dengan posisi vertikal.
  • Setiap peserta wajib membuat narasi atas karya yang dibuat. Narasi dibuat dalam 1 halaman kertas A4.
  • Peserta wajib mengirimkan softcopy poster dan narasi poster paling lambat hari Rabu, 1 Agustus 2017 sesuai format aplikasi bawaan yang  nama filenya diberi nama LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA (spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM, dengan melampirkan formulir pendaftaran dan scan Kartu Identitas dalam bentuk jpg. Dikirim ke email posterpas2017@gmail.com dengan subjek LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES (spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/ UNIVERSITAS/UMUM.
  • Setelah melakukan pengiriman, peserta wajib mengkonfirmasi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM (spasi) SUDAH MENGIRIM KARYA
  • Naskah poster menjadi hak milik dan hak publikasi panitia sedangkan hak cipta tetap ada pada penulis.
  • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta jika melakukan pelanggaran.
  • Pengumuman pemenang yang akan diumumkan pada pada 6 Agustus 2017 melalui email dan media social
  • Pemenang akan diundang untuk menghadiri Peringatan Pekan Asi Sedunia 2017 di Kementerian Kesehatan untuk memperoleh penghargaan dan hadiah menarik dari Kementerian Kesehatan
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia 2017

  • Kesesuaian dengan Tema, ide dan gagasan yang menarik dan memberikan informasi yang baik.
  • Pesan.: Pesan singkat, padat , jelas dan terbaca. Jenis huruf yang jelas keterbacaannya. Warna huruf dan warna latar belakang kontras dan jelas.
  • Artistik: Hal-hal yang perlu diperhatikan: warna dan gambar yang menarik. Lebih baik gambar  tidak mengambil dari Internet, gambar menggunakan model/talent orang Indonesia, gambar tidak melanggar etika dan kesopanan.

Hadiah Pemenang

  • Juara 1             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
  • Juara 2             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
  • Juara 3             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik

Catatan: Seluruh peserta yang mengikuti lomba poster mendapatkan sertifikat, yang akan  dikirimkan ke alamat rumah. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms atau telepon.
 

Juri

  1. ekretariat Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan
  2. Dit. Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan
  3. Dit. Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan
  4. Dit. Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan
  5. Dit. Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  6. Forum Pelajar Indonesia

Cegah kecelakaan! Istirahatlah Setiap 3-4 Jam Saat Mengemudi Jarak Jauh

Libur lebaran telah dimulai. Saatnya mudik ke kampung halaman. Kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, sangat disayangkan jika perjalanan panjang akan berujung pada musibah. Keselamatan memang harus diutamakan. Terutama bagi yang menyetir.

Kelelahan sangat berhubungan dengan tingkat risiko kecelakaan. Saat tubuh yang terlalu lelah, maka waktu reaksi seseorang menjadi menurun. Waktu reaksi merupakan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk bereaksi terhadap suatu hal. Pada orang normal (sehat), waktu reaksinya adalah satu detik. Sedangkan ketika tubuh terlalu lelah, waktu reaksinya akan lebih lambat. Sebagai contoh, kalau ada orang yang tiba-tiba menyeberang, maka kemungkinan besar akan menabrak orang tersebut. Karena waktu reaksi kita terlambat.

Waktu maksimal seseorang untuk mengemudi terus-menerus adalah sekitar 3-4 jam. Idealnya, pengemudi harus beristirahat setelah tiga – empat jam menyetir. Karena pada saat itu stamina tubuh akan menurun sehingga badan menjadi kaku dan mulai mengantuk. Kita bisa memaksa sampai empat jam apabila kondisi masih siang atau sore. Jika sudah malam sebaiknya istirahat.

Jika ingin cepat sampai, sebaiknya bawa pengemudi cadangan. Keselamatan adalah investasi. Kecelakaan dapat dihindari.

motion for HEALTH

 

promosi kesehatan | kesehatan masyarakat | media promosi kesehatan | mudik | keselamatan

 

Buku “Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan: Panduan Bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas”

Buku ini berisikan informasi mengenai kegiatan serta langkah- langkah promosi kesehatan yang dapat diaplikasikan di Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Fakta menunjukkan, bahwa munculnya DBK di 10 provinsi di Indonesia umumnya disebabkan oleh adanya kesenjangan pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan yang diukur dengan menggunakan 24 indikator dari Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM).

Screen Shot 2017-05-12 at 3.41.52 PM

 

Apabila indikator-indikator tersebut kita cermati, ternyata berbagai kendala yang dijumpai di DBK pada umumnya berkaitan erat dengan faktor perilaku masyarakat. Oleh karena itu penanganan dan intervensi yang dilakukan harus menggunakan prinsip pemberdayaan dan kemandirian masyarakat, agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi dengan menggunakan sumberdaya yang dimiliki.

Buku ini dapat menjadi bahan pegangan yang mudah diaplikasikan oleh petugas kesehatan dalam mengemban tugas mulia untuk mengentaskan Daerah Bermasalah Kesehatan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan inovatif yang mampu mendorong peningkatan IPKM.
Daftar Isi
  • Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat
  • Daerah Bermasalah Kesehatan
  • Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan
  • Sasaran Promosi Kesehatan
  • Strategi Promosi Kesehatan
  • Pelaksana Promosi Kesehatan
  • Langkah-langkah Promosi Kesehatan di Puskesmas
  • Langkah-langkah Promosi Kesehatan di Masyarakat

Screen Shot 2017-05-12 at 3.42.19 PM

Unduh Buku “Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan: Panduan Bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas” Disini

Sumber : Kementerian Kesehatan RI

 

[ Informasi Kesehatan Masyarakat | Media Promosi Kesehatan | motion for HEALTH ]

 

 

10 Mei, Hari Lupus Sedunia #WorldLupusDay

Lebih dari lima juta orang dari seluruh belahan dunia diperkirakan terdiagnosis Lupus.  Jumlah Odapus (Orang yang hidup dengan Lupus) dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013 dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Sekitar 90% Odapus adalah wanita aktif usia subur antara 15-45 tahun. Hal ini sesuai dengan rasio jenis kelamin wanita berbanding pria yaitu 9:1.

Lupus sering dikenal juga dengan nama Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus adalah penyakit peradangan menahun (kronis) yang dapat mengenai berbagai organ dan sistem tubuh sebagai reaksi alergi terhadap diri sendiri atau disebut juga autoimun. Autoimun berasal dari kata auto artinya sel atau jaringan tubuh sendiri. Imun artinya sistem pertahanan tubuh. Jadi autoimun artinya situasi saat sistem imun tidak mengenali sel atau jaringan tubuh sendiri.

Lupus bukan penyakit menular. Namun, hingga saat ini penyebab Lupus belum diketahui. Diduga Lupus terjadi ketika suatu susunan gen yang memiliki kelemahan terkena paparan faktor lingkungan, yaitu ketidakseimbangan hormon, stres fisik maupun psikis (pikiran), sinar ultraviolet, infeksi, beberapa jenis obat dan zat kimia tertentu.

Waspadai jika mengalami empat atau lebih gejala Lupus berikut ini, segera konsultasi dengan dokter pemerhati Lupus untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Demam lebih dari 38’C dengan sebab yang tidak jelas.
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan.
  3. Sensitif terhadap sinar matahari.
  4. Rambut rontok.
  5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi.
  6. Ruam kemerahan di kulit.
  7. Sariawan yang tidak sembuh-sembuh terutama di atap rongga mulut.
  8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari dua sendi dalam jangka waktu lama.
  9. Ujung jari-jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin.
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas.
  11. Kejang atau kelainan saraf lainnya.

Pemeriksaan laboratorium yang meliputi periksa darah rutin, urin rutin dan imunologis akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan beratnya penyakit.

Pada umumnya seseorang yang terdiagnosa penyakit berat akan mengalami beberapa fase sebelum  bisa menerima keadaaan dirinya. Saat ini masih banyak ditemukan mitos yang beredar yang berdampak negatif terhadap Odapus. Misalnya Lupus dianggap sebagai penyakit menular. Akibatnya masyarakat sering mengucilkan Odapus.

Oleh karena itu, informasi yang benar tentang Lupus pada keluarga dan masyarakat akan sangat bermanfaat untuk mendorong Odapus beraktifitas normal dan melanjutkan hidup yang lebih berkualitas.

***

Informasi Kesehatan Masyarakat | Promosi Kesehatan | “motion for HEALTH”

Sumber : SHF, World Lupus Day, Kemenkes RI

Control Your Blood Pressure!

Iklan layanan masyarakat hasil produksi HEALTH proMOTION @Promosi_Sehat pada saat memperingati Hari Kesehatan Sedunia Tahun 2013. Tema yang diusung yaitu “Control Your Blood Pressure”. Informasi World Health Day 2013 bisa dilihat disini.

 

[ Media Promosi Kesehatan | Kesehatan Masyarakat ]