Lowongan Kerja : Public Health Officer – Handicap International Federation – Yogyakarta

  • Lowongan Kerja: Public Health Officer – Handicap International Federation – Yogyakarta. Humanity & Inclusion (HI) is an independent and impartial aid organisation working in situations of poverty and exclusion, conflict and disaster. #MotionForHealth. We work alongside people with disabilities and vulnerable populations, taking action and bearing witness in order to respond to their essential needs, improve their living conditions and promote respect for their dignity and fundamental rights. For more information on Humantiy & Inclusion please visit web site at www.hi-idtl.org and www.hi.org. Humanity & Inclusion is the operating name of Handicap International Federation.
    The Increasing access to quality and inclusive diabetes care project will be implemented in Yogyakarta Province. The project is planned to be implemented in 3 districts/city; Sleman, Yogyakarta City and Gunungkidul. The project aims to strengthen the inclusiveness of quality, integrated diabetes services all along the continuum of care in line with SDG’s Goal 3 ‘Leave No one Behind’

    In order to implement the project goal, HI is currently looking for a Public Health Officer for its office in Yogyakarta. The post holder will be will be engaged in the implementation of the project ‘Increasing Access to quality and inclusive diabetes care project.   The detail is as follows:

    Position Title         : Public Health Officer (PHO)
    Location                : Yogyakarta
    Closing date           : rolling (this position will be filled as soon as the suitable candidate is identified)
    Basic Salary Range            : Rp 6.1 – 7.3 million IDR depending on objective weighting of candidate’s profile and non-negotiable.

    The successful candidate is expected to start as soon as possible in April 2019.

    TASKS/RESPONSIBILITIES:

    Under the line management of the Project Manager (PM), the Public Health Officer will support the PM in implementing, monitoring and evaluating the ‘Increasing access to quality and inclusive diabetes care project’ in 3 districts/city; Sleman, Yogyakarta and Gunungkidul. The tasks in particular are: 

    • Provide technical assistance and support to primary health service providers (Puskesmas) on technical and operational aspects of diabetes disease management.
      Provide quality assurance on the capacity building of health service providers throughout the project cycle including monitoring and evaluation of project implementation 
      Sensitize and mobilize local partners, authorities and other stakeholders about health and disability issues.
      Manage the activities under his/her domain

    DUTY STATION: Public Health Officer will be based in Yogyakarta
    Full version of the job description can be downloaded at HI website

    KNOWLEDGE REQUIREMENTS:

    • Bachelor in health-related science or bachelor in any major with minimum 2 year health-related work experience. Bachelor in nursing/public health will be an asset.
    • 3 years working  experience in INGO project, preferably in health-related project training involvement (as participant or organizer), specifically in health-related issue, with skills using adult learning concepts will be an asset
    • Experience in monitoring and evaluation will be an asset
    • Knowledge on diabetes disease risk management including foot care
    • Familiar with the public health care system in Indonesia
    • Excellent networking and coordination skills
    • Excellent participatory facilitation and coaching skills
    • Excellent leadership and communication skills (verbal and written)
    • Strong computer skills especially on word, excel and power-point
    • Good writing skills
    • English abilities in verbal and written

      Miscellaneous:
      *Licensed  and willing to ride a motorbike for work purpose
      *Local recruitment – there is no financial support for mobility for non-resident applicants out of Yogyakarta

      Initial contract will be for maximum 1 year with a possibility for renewal until the end of the project.

      Humanity & Inclusion is an equal opportunity employer and encourages all candidates, irrespective of gender, nationality, religious and ethnic backgrounds, including persons with disabilities, to apply. 
      Humanity & Inclusion has a zero-tolerance policy on sexual exploitation and abuse, sexual harassment, abuse of authority, fraud, bribery and corruption.

      Any interested candidates should send their motivation letter together with CV in English and references less than 500 KB as soon as possible to:

      HR Manager of Humanity & Inclusion
      Email to: recruitment@indonesia.hi.org
      (please put in reference in Subject: PHO Yogyakarta)

      Only short listed candidates will be contacted. Residents of Yogyakarta province will be highly appreciated.

    Bergerak Aktif #MelawanMager bikin Hidup Lebih Bahagia

    Bergerak aktif seperti olahraga akan membantu tubuh belajar beradaptasi dan terbiasa menghadapi stres dengan baik. Tubuh akan mudah bertahan menghadapi tekanan lainnya. Stres akan menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah meningkat. Maka olahraga dapat menurunkan dan membuat kembali normal.

    Jika kita malas gerak (mager), maka tubuh akan tidak siap menghadapi stres. Akhirnya sering mengalami insomnia, nafsu makan meningkat, jantung berdetak lebih cepat dan berujung pada meningkatnya risiko terserang Diabetes Mellitus, obesitas, sistem kekebalan tubuh menurun, pikiran jadi kurang fokus ’plonga-plongo’ dan masih banyak lagi.

    Riset yang melibatkan 49 wanita yang mengalami stres berat dan diminta olahraga selama 8 minggu berturut-turut, menunjukkan perubahan yang signifikan. Fungsi tubuhnya normal dan hasil tes psikologi menunjukkan stres berkurang, bahkan hilang sama sekali. Penelitian tersebut juga mengungkap fakta bahwa bergerak aktif juga mampu meningkatkan hormon serotonin dan endorfin atau disebut juga HORMON BAHAGIA. Hormon tersebut membuat tubuh merasa rileks, tenang, dan bahagia.

    Umi Sofiyana mengajak #SobatSehat selalu HIDUP BAHAGIA dengan cara aktif bergerak #MelawanMager

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    • 📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS.
    • 📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Motion For Health ~> Pilih: Melawan Mager
  • LANGKAH TERHITUNG. 🏃🏻‍♂️🏃🏻‍♀️
  • KITA TERHUBUNG. 🤝
  • SALING MENDUKUNG ❤️
  • Gerak Aktif Merangsang Munculnya Otot Six Pack

    Saat libur, millenial rawan terjebak di kasur. Gadget yang tidak lepas dari jemari, memaksa untuk bersantai dan lupa aktivitas fisik. Menginjak triwulan terakhir tahun ini, resolusi 2018 punya perut Six Pack pun terancam gagal lagi. ”Malas gerak menunda munculnya otot six pack di perut.” ujar Nopianto @nopian10_ yang aktif sebagai Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi @persakmi) Provinsi Riau ini.

    Nopianto gemar touring dengan motor kesayangannya. Khas millenial lainnya, petualangan menjadi hiburan saat penat kerja melanda. ”Selain touring, akhir pekan menghabiskan waktu dengan Jogging” ungkap pria alumni STIKes Hang Tuah Pekanbaru ini. Sebagai penyemangat, Tim Pacer ”Melawan Mager” menerbitkan peringkat capaian mingguan dan bulanan. Nopianto dan teman-teman Pelawan Mager pun menyukainya. ”Adanya sistem peringkat memunculkan motivasi tersendiri untuk konsisten dalam peringkat 10 besar” paparnya.

    Agar tubuh tetap sehat dan impian otot kotak-kotak bisa terwujud, olahraga rutin menjadi penting.”Olahraga yang bagus itu minimal 30 menit per hari” pesan pendiri @kitakesmas ini.

    @nopian10_ mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik bergabung?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Grup Pacer Melawan Mager itu Mirip Reminder, Nggak Boleh Dzolim Sama Waktu

    Malas gerak yang menjerat generasi millenial sepertinya tidak berlaku bagi mahasiswi yang aktif di Koalisi Muda Kependudukan pusat ini. Walaupun hobi nonton Youtube, Utami Nur Kholifah atau biasa dipanggil “Tami” tak terbiasa bermalasan, tapi memilih sibuk di berbagai kegiatan. Tercatat, wanita penggemar nasi goreng ini juga menjadi pengurus Karang Taruna Unit RW 06 Duri Kosambi, Jakarta Barat. Kesibukannya lengkap, mulai kampus, organisasi kependudukan dan lingkungan rumah.

    Bergerak dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya menjadikan Tami semakin aktif. “Aku harus sibuk bergerak, karena kalau nggak malah gampang sakit” ungkap wanita yang suka jalan-jalan keliling lingkungan kampungnya ini. “Dengan bergerak aktif, tubuh jadi segar dan semangat. Tidak mudah jatuh sakit” tambahnya.

    Tami pun merasa senang berkumpul dengan teman-teman Pelawan Mager dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Seperti kelompok dukungan sebaya yang saling memotivasi. “Grup Pacer Pedometer Melawan Mager itu mirip reminder. Jadi pengingat untuk selalu produktif. Gak boleh dzolim sama waktu” terangnya.

    Tami mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik menjadi salah satu dari ratusan Pelawan Mager?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Melawan Mager Cegah Penyakit Jantung

    Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni 12,9% (Survei Sample Regristration System (SRS), 2014). PJK paling banyak terjadi pada kelompok umur 65-74 tahun (3,6%) diikuti kelompok umur 75 tahun ke atas (3,2%), kelompok umur 55-64 tahun (2,1%) dan kelompok umur 35-44 tahun (1,3%) (Riset Kesehatan Dasar, 2013).

    Salah satu cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Jantung Koroner (PJK) adapah bergerak aktif dengan aman. Malas gerak menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis penyakit kardiovaskular seperti PJK ini.

    Promkes.net yakin jika upaya pencegahan lebih murah dibanding pengobatan penyakit jantung. Sekitar 51,99% atau setara 6,67 triliun dari pembiayaan @bpjskesehatan_ri tersedot oleh penyakit ini (@detikcom).

    Kami yang tergabung dalam gerakan #MelawanMager mengajak #SobatSehat dari berbagai penjuru nusantara dan WNI yang tinggal di mancanegara untuk ikut bergerak aktif bersama kami. Mari kita bersama kurangi risiko dan kendalikan penyakit Jantung.

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Stop Buat Alasan Mager

    Tidak kaget jika 1 dari 4 penduduk Indonesia tergolong malas gerak. Karena kebiasaan kita kemana-mana naik motor. Walaupun cuma ke warung yang berada di sebelah gang rumah, motor pun ditarik keluar garasi untuk mengantar ke warung tersebut.

    Christyana Sandra @yanasandra12 yang biasa dipanggil Yana ini pun mengaku sering mengalami permasalahan yang sama. Menurutnya, alasan untuk malas gerak itu banyak sekali, hampir tak terhitung. Namun, kalau malas terus juga akan berakibat buruk bagi kesehatan.”90% kegagalan berasal dari orang-orang yang biasa membuat alasan. Stop buat alasan malas gerak” ujar wanita yang sehari-hari menjadi dosen di Universitas Jember ini.

    Yana pun punya jurus tersendiri. Wanita alumni FKM Universitas Airlangga Surabaya ini selalu mengantongi gawainya. Dia memastikan aplikasi Pedometer & Step Tracker nya aktif mengukur setiap aktivitas tubuhnya. Mulai saat mengajar di kelas, membersihkan rumah dan jalan-jalan bersama putra-putrinya. Aplikasi membantunya menghitung capaian gerak dan datanya langsung tersinkronisasi di grup Melawan Mager. “Melawan Mager itu seperti komunitas dukungan online. Anggotanya berlokasi jauh-jauh, ada yang di Aceh, Lampung, Banyuwangi, dan Salaya-Thailand. Kita semua pun terhubung, saling menyemangati, saling mendukung. Member terus bertambah” ujarnya.

    Yana mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik menjadi salah satu dari ratusan Pelawan Mager?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    1 dari 4 Penduduk Indonesia Masih Malas Gerak

    1 dari 4 penduduk Indonesia tergolong kurang aktif bergerak (Riset Kesehatan Dasar 2013). Dari total 34 provinsi, sebanyak 65% berpenduduk masih kurang melakukan aktivitas fisik. dengan di atas rata-rata Indonesia. Lima provinsi penduduk paling malas gerak antara lain DKI Jakarta (44,2%), Papua (38,9%), Papua Barat (37,8%), Sulawesi Tenggara dan Aceh (masing-masing 37,2%). Apakah #SobatSehat salah satunya?

    Sebelum nantinya menyesal, Agus Samsudrajat mengajak kita semua untuk aktif bergerak #MelawanMager. Karena bergerak terbukti sangat bermanfaat untuk kesehatan. “Apapun aktivitasnya biar sehat. Jangan sampai menyesal, jika kita sudah tidak mampu bergerak lagi”, pesan pria berkacamata yang berdomisili di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ini.

    Agus mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik ambil bagianmu?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Klik : Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Melawan Mager Terbukti Membantu BPJS!

    Tubuh yang kurang gerak berisiko tinggi terserang berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (stroke, hipertensi, jantung dll), kanker dan diabetes. Padahal penyakit tersebut termasuk dalam golongan penyakit yang banyak makan uang BPJS. Contohnya penyakit Jantung berhasil menyedot 6,67 Triliun, Kanker (2,21 Triliun) dan berikutnya Stroke (1,62 Triliun). Penyakit Jantung menyerap sebanyak 51,99% pendanaan di BPJS (detik.com, 2018).

    Melawan malas gerak dengan rutin terbukti secara signifikan menjaga kondisi tetap bugar dan mampu mencegah berbagai penyakit tersebut (World Health Organization, 2018). Jika masyarakat sehat, terbebas dari penyakit-penyakit tersebut maka BPJS pun akan terbantu.

    Nah, lebih baik mencegah atau mengobati?

    Kapan kamu ambil peran membantu BPJS?

    EVERY STEP COUNTS. EVERYONE. EVERYWHERE. EVERYDAY

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Terus Aktif Bergerak, Jangan Lupa Pantau Tubuh Kita

    Bagi penggemar olahraga lari tentunya tidak asing dengan Wiedho Widiantoro @k0jek. Hampir setiap tahun, pria yang sehari-hari disibukkan dengan pengelolaan jaminan kesehatan nasional ini tidak terlewat perlombaan lari marathon sampai nomor ultra. Dia beserta teman-temannya ”Mojokerto Run” sering menyusuri jalanan antar kota di Jawa Timur dan daerah lain. Akhir-akhir ini tampak keranjingan dengan lari naik-turun gunung. Jadi tidak heran jika capaian larinya di hari Sabtu/Minggu menyentuh 30.000 langkah. Dia pun jarang absen dengan event lari untuk charity.

    Meski sesibuk apapun kegiatan kantor, sosok bapak dengan dua anak ini masih bisa meluangkan waktu untuk berolahraga. Penting untuk terus memantau tanda-tanda kondisi tubuh. ”Aktiflah bergerak walau sesibuk apapun kegiatan kita. Tapi tetap perhatikan kondisi tubuh kita” ujar pria berkacamata ini.

    Wiedho mengajak #SobatSehat aktif bergerak #MelawanMager. Kamu tertarik ambil bagianmu?

    EVERY STEP COUNTS. ANYWHERE. ANYTIME.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone: Android dan iOS.

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!

    Selalu Ada Jalan Untuk Melawan Malas Gerak (Mager)

    Detti Febriana @dettife sering menduduki posisi tertinggi capaian Pacer Team #MelawanMager. Walaupun disibukkan dengan aktivitas rapat dan agenda super padat, tapi selalu ada saja caranya untuk bergerak aktif. Dia pun pernah malam-malam memutari kolam renang di salah satu hotel ternama di Jakarta setelah seharian Workshop Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. ”Jika ia penting akan ditemukan 88 jalan. Jika tidak akan dicari 88 alasan”, ungkap wanita dari Lampung yang sehari-hari aktif sebagai Tenaga Ahli Parlemen ini.

    EVERY STEP COUNTS. ANYWHERE. ANYTIME.

    Ayo ikut Pacer Team ”MELAWAN MAGER” #MotionForHealth.

    Caranya:

    📱 Pasang aplikasi Pacer Pedometer & Step Tracker by Pacer Health Inc di smartphone. Android dan iOS

    📲 Buka aplikasi Pacer ~> Klik! EXPLORE -> GROUPS -> SEARCH -> Masukkan Kode: XN43714 -> Pilih: Melawan Mager

    KITA TERHUBUNG. SALING MENDUKUNG!