Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan bahwa setiap kementerian perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dengan telah ditetapkannya RPJMN 2015-2019 maka Kementerian Kesehatan menyusun Renstra Tahun 2015-2019. Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan tahunan. Penyusunan Renstra Kementerian Kesehatan dilaksanakan melalui pendekatan: teknokratik, politik, partisipatif, atas- bawah (top-down), dan bawah-atas (bottom-up).

Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakatyang didukung dengan perlindungan finansial danpemeratan pelayanan kesehatan. Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; (2) meningkatnya pengendalian penyakit; (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan; (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; serta (6) meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional: 1) pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat; 2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan; 3) sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefitserta kendali mutu dan kendali biaya.

Baca dan Unduh Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019 di e-Library Promkes.net


Cegah kecelakaan! Istirahatlah Setiap 3-4 Jam Saat Mengemudi Jarak Jauh

Libur lebaran telah dimulai. Saatnya mudik ke kampung halaman. Kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, sangat disayangkan jika perjalanan panjang akan berujung pada musibah. Keselamatan memang harus diutamakan. Terutama bagi yang menyetir.

Kelelahan sangat berhubungan dengan tingkat risiko kecelakaan. Saat tubuh yang terlalu lelah, maka waktu reaksi seseorang menjadi menurun. Waktu reaksi merupakan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk bereaksi terhadap suatu hal. Pada orang normal (sehat), waktu reaksinya adalah satu detik. Sedangkan ketika tubuh terlalu lelah, waktu reaksinya akan lebih lambat. Sebagai contoh, kalau ada orang yang tiba-tiba menyeberang, maka kemungkinan besar akan menabrak orang tersebut. Karena waktu reaksi kita terlambat.

Waktu maksimal seseorang untuk mengemudi terus-menerus adalah sekitar 3-4 jam. Idealnya, pengemudi harus beristirahat setelah tiga – empat jam menyetir. Karena pada saat itu stamina tubuh akan menurun sehingga badan menjadi kaku dan mulai mengantuk. Kita bisa memaksa sampai empat jam apabila kondisi masih siang atau sore. Jika sudah malam sebaiknya istirahat.

Jika ingin cepat sampai, sebaiknya bawa pengemudi cadangan. Keselamatan adalah investasi. Kecelakaan dapat dihindari.

motion for HEALTH

 

promosi kesehatan | kesehatan masyarakat | media promosi kesehatan | mudik | keselamatan