Kampung KB: Upaya Nyata Membangun Bangsa

Kampung KB merupakan kegiatan strategis yang perlu dilakukan mengingat program tersebut merupakan salah satu program prioritas pembangunan (nawacita) pemerintah periode 2015-2019 pada agenda prioritas nomor tiga yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” dan nawacita nomor lima yaitu “Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia”. 

Melalui Kampung KB diharapkan komitmen para pemangku kepentingan, terutama untuk keterpaduan program semakin meningkat sehingga program pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Yayasan Cipta dalam melaksanakan advokasi penguatan program KKBPK, termasuk dalam pelaksanaan program Kampung KB.

Baca dan Unduh Buku Kampung KB: Upaya Nyata Membangun Bangsa di e-Library Promkes.net

Indonesia Reproduksi Sehat: A Life Cycle Approach to Reproductive Health

Presentasi Prof. Budi dalam Temu Ilmiah World Contraception Day – 8 Oktober 2018 (Academic Health System Universitas Indonesia – Indonesian Medical Education and Research Institute Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital.

Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja

Penyempurnaan buku Pedoman ini dilakukan karena tuntutan seperti yang diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 52 Tahun 2009 tentang pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan karena penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 – 2014, program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) telah kita sepakati untuk dikembangkan menjadi program Generasi Berencana dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Untuk mewujudkan Generasi Berencana di Indonesia, program GenRe dihadapkan dengan lingkungan strategik, yang berkembang dengan sangat pesat dan cepat. Salah satu diantaranya adalah globalisasi informasi yang kemudian tanpa disadari, telah meliberalisasi dan merubah norma, etika dan moralitas agama, menjadi nilai-nilai kehidupan sekuler.

Dalam kehidupan remaja perubahan nilai ini, terlihat dari perilaku hidup remaja yang tidak sehat (unhealthy life behaviors). Apabila perilaku remaja yang tidak sehat ini terus berlangsung, tentu akan mengganggu tugastugas pertumbuhan dan perkembangan kehidupan remaja, baik secara individual maupun sosial. Program BKR telah dibentuk di beberapa provinsi, namun akhir-akhir ini mengalami penurunan baik kuantitas maupun kualitasnya. Berdasarkan pendataan keluarga BKKBN tahun 2011, terdapat 5.853.561 keluarga yang memiliki remaja usia 10 – 24 tahun dan tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah yang banyak itulah yang menjadi sasaran program BKR. Karena itu, saya menyambut baik diterbitkannya Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang telah mengalami penyempurnaan dari edisi sebelumnya. Pedoman ini sangat penting, karena menjadi Pedoman dan petunjuk dalam pembentukan, pengembangan dan pembinaan kelompok BKR di berbagai tingkatan, dan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang terlibat langsung dalam Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR).

Kemajuan yang tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia

Laporan Kajian Perkawinan Usia Anak di Indonesia menyajikan informasi mengenai prevalensi perkawinan usia anak dan dampaknya terhadap kehidupan anak-anak perempuan di Indonesia. Sumber data utama yang digunakan adalah hasil survei yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2008 – 2012 dan Sensus Penduduk (SP) 2010. 

Laporan ini merupakan hasil kerja sama antara United Nations Children’s Fund (UNICEF) dengan BPS. Data yang disajikan adalah perkawinan usia anak dan keterkaitannya denga naspek pendidikan dan tingkat kesejahteraan. Selain itu, juga memberikan daftar daerah di Indonesia yang dapat menjadi prioritas dalam melakukan intervensi untuk mengatasi perkawinan usia anak di Indonesia. Pembahasan di dalam laporan ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif. 

Laporan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar kebijakan yang tepat untuk menangani masalah perkawinan usia anak dan penetapan program yang efektif. Diharapkan juga dapat memberikan kontribusi positif untuk konsistensi data. 

Baca dan Unduh Laporan Kajian Kemajuan yang tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia di e-Library Promkes.net

Infografis: Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2016

Baca dan Unduh Infografis: Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2016 (APJII) di e-Library Promkes.net

Juknis Aplikasi Keluarga Sehat 2017

Tujuan utama Buku Petunjuk Teknis Aplikasi Keluarga Sehat ini adalah sebagai acuan penggunaan aplikasi keluarga sehat yang merupakan aplikasi resmi yang digunakan untuk pendataan keluarga dalam rangka pelaksanaan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga yang dapat digunakan oleh Puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan propinsi atau institusi lain yang terkait. 

Infografis: Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017

Infografis: Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 

Baca dan Unduh Infografis: Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017 (APJII) di e-Library Promkes.net

Bagaimana sebenarnya Potret & Perilaku Millennial Indonesia saat ini?

Millennial menentukan wajah Indonesia ke depan. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ada 63 juta millennial,  atau penduduk usia 20 – 35 tahun. Mereka ada di usia produktif. Besarnya jumlah penduduk millennial saat ini dapat menjadi tantangan dan peluang bagi Indonesia, terutama bagi target Indonesia menembus status negara berpendapatan tinggi di tahun 2045 dan memberikan standar kehidupan yang lebih tinggi bagi masyarakat. Kuncinya adalah memahami perilaku millennial dan mendorong mereka agar menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia. 

Bagaimana sebenarnya potret & perilaku Millennial Indonesia saat ini? 

Baca dan Unduh Indonesia Millenial Report 2019 dari IDN Times di e-Library Promkes.net

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Indonesia 2005-2025

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025 yang berisi visi, misi, dan arah pembangunan nasional merupakan pedoman bagi pemerintah dan masyarakat di dalam penyelenggaraan pembangunan nasional 20 tahun ke depan.

RPJPN ini juga menjadi acuan di dalam penyusunan RPJP Daerah dan menjadi pedoman bagi calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam menyusun visi, misi, dan program prioritas yang akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) lima tahunan dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Keberhasilan pembangunan nasional dalam mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur perlu didukung oleh (1) komitmen dari kepemimpinan nasional yang kuat dan demokratis; (2) konsistensi kebijakan pemerintah; (3) keberpihakan kepada rakyat; dan (4) peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif.

Baca dan Unduh Rencana Pembangunan Jangka Panjang Indonesia 2005 2025 di e-Library Promkes.net