Leaflet Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017

Ringkasan Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 dalam bentuk leaflet

Baca dan Unduh Leaflet Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 di e-Library Promkes.net

Kajian Epidemiologi HIV Indonesia 2016

Kajian epidemiologi dan dampak program HIV merupakan komponen penting untuk Program AIDS Nasional dalam perencanaan dan intervensi. Analisis epidemiologi dilakukan dari banyak sumber data yang sebagian besar berasal dari surveilans HIV generasi kedua. Kajian 2016 adalah kali pertama bagi Sub Direktorat HIV AIDS dan STD untuk menilai secara sistematis situasi epidemi dan dampak program HIV dengan melibatkan pakar nasional dan internasional dari beberapa universitas, WHO dan UNAIDS.

Hasil utama menunjukkan epidemi HIV di Indonesia terkonsentrasi di antara populasi kunci yaitu di antara wanita pekerja seks (WPS), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL),waria dan pengguna napza suntik (Penasun). Di Papua dan Papua Barat, epidemi HIV berbeda dimana lebih banyak perempuan yang terinfeksi dan dianggap sebagai epidemi generalisata tingkat rendah. Pendorong utama epidemi HIV diwilayah ini adalah tingginya tingkat prevalensi HIV di antara populasi kunci dan tingkat penggunaan kondom yang rendah <60% serta rendahnya pengetahuan tentang akses HIV terhadap tes HIV di kalangan umum.

Surveilans HIV mengalami kemajuan yang baik, terutama dalam penerapan sistem aplikasi berbasis web HIV/AIDS (SIHA) di banyak provinsi, metode pengumpulan data lebih kuat untuk Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP), estimasi jumlah populasi kunci (ponci) dan proyeksi HIV/AIDS. Selain itu, penguatan surveilans IMS sangat dibutuhkan juga dalam sistem pelaporan rutin.

Hasil ini dapat membantu Indonesia mengoptimalkan upaya penanggulangan HIV, surveilans dan pencegahan HIV nasional yang perlu diperluas di antara populasi kuncidan secara geografis dimana tingkat intensitas dan kemungkinan epidemi HIV yangberbeda muncul atau sudah endemik.

Baca dan Unduh Hasil Kajian Epidemiologi HIV Indonesia 2016 di e-Library Promkes.net

Rencana Biaya Pelaksanaan Tahun 2017-2019 (Costed Implementation Plan) Indonesia

Strategi Nasional Keluarga Berencana berbasis Hak (2017-2019) dikembangkan dengan mengintegrasikan rencana-rencana pemerintah yang sudah ada, dengan tujuan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional termasuk target FP2020 di Indonesia. Untuk menerapkan strategi ini, sebuah road map (peta jalan) dikembangkan dengan menguraikan kegiatan-kegiatan/intervensi yang efektif, efisien dan dapat ditindaklanjuti selama tiga tahun ke depan (2017-2019). Laporan ini menyajikan hasil perhitungan biaya yang dilakukan pada awal tahun 2017 yang bertujuan untuk memperikirakan kebutuhan sumber daya untuk peta jalan tersebut.

Sumber daya yang termasuk dalam kajian ini terbagi menjadi beberapa kelompok utama, yaitu 1).komoditas dan persediaan kontrasepsi yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat prevalensi kontrasepsi sebesar 66% pada tahun 2019, 2). biaya pelayanan, dan 3). sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan intervensi dan kegiatan yang dijabarkan pada peta jalan (pertemuan, lokakarya pelatihan, KIE/KPP, dan kegiatan pemantauan dan pengawasan). Data biaya ini dikumpulkan selama tahun 2016 melalui wawancara dan diskusi dengan dengan FP2020 Indonesia Country Committee, Tim Kordinasi Nasional RFP, serta para ahli terkait dari Bappenas, BKKBN dan Kementrian Kesehatan, UNFPA dan USAID di Jakarta.

Kebutuhan komoditas kontrasepsi diproyeksikan mulai tahun 2017 sampai tahun 2019 dengan menggunakan model proyeksi FP2020, yang dimodifikasi untuk mencerminkan keadaan yang spesifik bagi Indonesia. Intervensi dan kegiatan spesisfik yang terdapat di road map dihitung dengan menggunakan metodoloogi penetapan biaya berbasis aktivitas. Total biaya untuk rencana selama 3 tahun diperkirakan sebesar 12,3 Trilliun Rupiah atau 910 juta US Dollar dengan nilai tukar 13.500 Rupiah/ US Dollar. Dua pertiga dari biaya tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan pelayanan, sekitar 13% untuk menciptakan permintaan, 10% untuk tata kelola yang lebih baik dan sekitar 1% untuk berbagi pengetahuan.

Baca dan Unduh Rencana Biaya Pelaksanaan Tahun 2017-2019 (Costed Implementation Plan) Indonesia di e-library Promkes.net