10th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health Rights “SRHR in Asia Pacific: 2030 Sustainable Development Goals (SDG) Vision and 2020 Realities”

APCRSHR10 Cambodia will be hosted in SIEM REAP, CAMBODIA MAY 26-29, 2020.

Hosted by the Reproductive Health Association of Cambodia (RHAC), an indigenous Cambodian NGO with over two decades of experience in service provision, health education, community programs, and advocacy.

APCRSHR is the largest regional biennial gathering of experts and practitioners working in sexual and reproductive health and rights (SRHR) in the Asia Pacific, including representatives of civil society, youth networks, academia, government, media, private firms, and development partners.

The conference will explore the theme SRHR in Asia Pacific: 2030 Sustainable Development Goals (SDG) Vision and 2020 Realities through six main tracks:

The conference is organized as a joint collaboration between a National Steering Committee and an International Steering Committee featuring leading national and international organizations, educational institutions, advocacy and grassroots organizations, and experts in the field of SRHR, and a Youth Steering Committee of emerging leaders and advocates.

The conference will be held in Siem Reap, a premiere global tourism destination. Every year, more than two million people travel to the charming northern city to visit Angkor Wat, a treasured UNESCO World Heritage Site and Guinness World Record holder as the largest religious structure ever built. Siem Reap also boasts a flourishing culinary scene, bustling nightlife, a variety of artistic and cultural activities, a convenient, well-connected international airport, and a range of accommodation options, including budget-friendly hostels and guest houses, mid-range boutique hotels, and several luxury resorts. 

Additional logistical details will be supplied soon.

REGISTRATION DEADLINES & FEES (USD

  • Very Early = 1st February to 30th June 2019 
  • Early = 1st July to 30th November 2019
  • Regular = 1st December 2019 to 30th April 2020
  • Onsite = 1st May to 27th May 2020
  • Youth = Under 24 years old by 27th May 

KEY DATES

OPPORTUNITIES FOR INVOLVEMENT

Conference Delegates

  • Network with influential and innovative SRHR experts and practitioners 
  • Gain impactful knowledge, new ideas, and strengthened skills
  • Share your research and products with an esteemed international audience
  • Advocate on behalf of and seek support for SRHR issues

Satellite Sessions & Exhibition Booths 

  • Directly deliver your message to hundreds of regional stakeholders
  • Heighten awareness of best practices
  • Showcase the unique accomplishments of your organization
  • Advertise your products and services
  • Seek regional consensus on key issues 

Please note that additional details and cost schedules for satellite sessions and exhibitions booths will be released soon.

ORGANISING COMMITTEE 

REGISTER, SUBMIT ABSTRACTS, & LEARN MORE: APCRSHR10CAMBODIA.ORG

QUESTIONS, CONCERNS, & SPECIAL REQUESTS: APCRSHR10RHAC@GMAIL.COM

Situasi Umum Konsumsi Tembakau di Indonesia

Penggunaan tembakau adalah penyebab global yang utama dari kematian yang dapat dicegah. Dunia OrganisasiKesehatanWHOmenghubungkanhampirjutakematianpertahundisebabkantembakau.Angkaini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari juta kematian di tahun Global Youth Tobacco Survey, . Merokok merupakan bentuk utama penggunaan tembakau. Secara global, terjadi peningkatan konsumsi rokok terutama di negara berkembang. Diperkirakan saat ini jumlah perokok di seluruh dunia mencapai , milyar orangTobaccoControlSupportCentre,.

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia, yaitu pada urutan ketiga setelah ChinadanIndiasehatnegeriku.kemkes.go.id.Konsumsi tembakaudiIndonesiameningkatsecarabermakna, karena faktor-faktor meningkatnya pendapatan rumah tangga, pertumbuhan penduduk, rendahnya harga rokok dan mekanisasi industri kretek Tobacco Control Support Centre, . Berdasarkan data dari Tobacco Atlastahun , jumlah batang rokok yang dikonsumsi di Indonesia cenderung meningkat dari milyar batang pada tahun menjadi, milyar batang pada tahun Tobacco Control Support Centre,.Meskipun bahaya rokok sudah banyak diinformasikan namun jumlah perokok di Indonesia tidak menurun, bahkan ada kecenderunganmeningkatsetiaptahun.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati dis eluruh dunia setiap tahun pada tanggal Mei,takt erkecuali di Indonesia. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini dapat menjadi momentum untuk mengingatkan dan menyebarluaskan kepada masyarakat tentang bahaya merokok serta dampaknya bagi kesehatan.

Baca dan Unduh Situasi Umum Konsumsi Tembakau di Indonesia – e-Library Promkes.net

Perubahan SDM Perguruan Tinggi Era Revolusi Industri 4.0

Materi presentasi M. Budi Djatmiko “Perubahan SDM Perguruan Tinggi Era Revolusi Industri 4.0” – Ketua Dewan Pembina APPERTI. Ketua Umum APTISI Pusat, HPT Kes Indonesia

Baca dan Unduh Presentasi Perubahan SDM Perguruan Tinggi Era Revolusi Industri 4.0 di e-Library Promkes.net

Statistik Gender Tematik: Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia

Kekerasan terhadap perempuan telah menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Upaya perlindungan terhadap perempuan (termasuk anak) dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah melaksanakan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan, dilakukan melalui pencegahan, pelayanan, dan pemberdayaan yang diperkuat dengan program nawacita.

Upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan perlu melibatkan masyarakat, dalam bentuk kemitraan dan kerjasama antara unsur pemerintah dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintahan daerah, termasuk lembaga masyarakat dan swasta, serta mengacu pada koridor pembagian kewenangan antara pusat dan daerah.

Sejauh ini komitmen bersama untuk mewujudkan Three Ends dirasakan semangatnya di seluruh pelosok Indonesia. Berbagai program diselaraskan untuk melaksanakan tiga (3) Akhiri, yakni: 1) Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, 2) Akhiri Perdagangan Manusia, dan 3) Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan. Selain menjalankan berbagai program pendukung, tentunya diperlukan data dan informasi sebagai alat untuk mengukur capaian hasil program three ends, sebagai dasar evaluasi dan perencanaan pelaksanaan program lanjutan. Penyusunan publikasi thematic yang dilakukan tahun 2016: Potret Ketimpangan Gender Bidang Ekonomi, selanjutnya tahun 2017 mengambil thema: Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, hal ini dilakukan untuk menjawab program three ends yang pertama.

Publikasi ini sangat istimewa, karena atas kerjasama Kemen PPPA dan BPS telah menyelesaikan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada tahun 2016. Selain itu ditahun yang sama Kemen PPPA, mulai membangun dan merintis aplikasi pencatatan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinamakan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) yang diberlakukan di Unit Layanan Perempuan dan Anak seluruh Indonesia. Dengan demikian publikasi ini berisikan data survei (SPHPN 2016) dan regristasi (Simfoni PPA) yang dikelola oleh Kemen PPPA.

Baca dan Unduh Statistik Gender Tematik: Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia di e-Library Promkes.net

Kampung KB: Upaya Nyata Membangun Bangsa

Kampung KB merupakan kegiatan strategis yang perlu dilakukan mengingat program tersebut merupakan salah satu program prioritas pembangunan (nawacita) pemerintah periode 2015-2019 pada agenda prioritas nomor tiga yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” dan nawacita nomor lima yaitu “Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia”. 

Melalui Kampung KB diharapkan komitmen para pemangku kepentingan, terutama untuk keterpaduan program semakin meningkat sehingga program pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Yayasan Cipta dalam melaksanakan advokasi penguatan program KKBPK, termasuk dalam pelaksanaan program Kampung KB.

Baca dan Unduh Buku Kampung KB: Upaya Nyata Membangun Bangsa di e-Library Promkes.net

Indonesia Reproduksi Sehat: A Life Cycle Approach to Reproductive Health

Presentasi Prof. Budi dalam Temu Ilmiah World Contraception Day – 8 Oktober 2018 (Academic Health System Universitas Indonesia – Indonesian Medical Education and Research Institute Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital.

Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja

Penyempurnaan buku Pedoman ini dilakukan karena tuntutan seperti yang diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 52 Tahun 2009 tentang pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan karena penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 – 2014, program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) telah kita sepakati untuk dikembangkan menjadi program Generasi Berencana dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Untuk mewujudkan Generasi Berencana di Indonesia, program GenRe dihadapkan dengan lingkungan strategik, yang berkembang dengan sangat pesat dan cepat. Salah satu diantaranya adalah globalisasi informasi yang kemudian tanpa disadari, telah meliberalisasi dan merubah norma, etika dan moralitas agama, menjadi nilai-nilai kehidupan sekuler.

Dalam kehidupan remaja perubahan nilai ini, terlihat dari perilaku hidup remaja yang tidak sehat (unhealthy life behaviors). Apabila perilaku remaja yang tidak sehat ini terus berlangsung, tentu akan mengganggu tugastugas pertumbuhan dan perkembangan kehidupan remaja, baik secara individual maupun sosial. Program BKR telah dibentuk di beberapa provinsi, namun akhir-akhir ini mengalami penurunan baik kuantitas maupun kualitasnya. Berdasarkan pendataan keluarga BKKBN tahun 2011, terdapat 5.853.561 keluarga yang memiliki remaja usia 10 – 24 tahun dan tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah yang banyak itulah yang menjadi sasaran program BKR. Karena itu, saya menyambut baik diterbitkannya Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang telah mengalami penyempurnaan dari edisi sebelumnya. Pedoman ini sangat penting, karena menjadi Pedoman dan petunjuk dalam pembentukan, pengembangan dan pembinaan kelompok BKR di berbagai tingkatan, dan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang terlibat langsung dalam Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR).

Kemajuan yang tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia

Laporan Kajian Perkawinan Usia Anak di Indonesia menyajikan informasi mengenai prevalensi perkawinan usia anak dan dampaknya terhadap kehidupan anak-anak perempuan di Indonesia. Sumber data utama yang digunakan adalah hasil survei yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2008 – 2012 dan Sensus Penduduk (SP) 2010. 

Laporan ini merupakan hasil kerja sama antara United Nations Children’s Fund (UNICEF) dengan BPS. Data yang disajikan adalah perkawinan usia anak dan keterkaitannya denga naspek pendidikan dan tingkat kesejahteraan. Selain itu, juga memberikan daftar daerah di Indonesia yang dapat menjadi prioritas dalam melakukan intervensi untuk mengatasi perkawinan usia anak di Indonesia. Pembahasan di dalam laporan ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif. 

Laporan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar kebijakan yang tepat untuk menangani masalah perkawinan usia anak dan penetapan program yang efektif. Diharapkan juga dapat memberikan kontribusi positif untuk konsistensi data. 

Baca dan Unduh Laporan Kajian Kemajuan yang tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia di e-Library Promkes.net