5K Fun Run #GerakBersama Melawan Kekerasan Seksual

26 November nanti, LSM Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan mengadakan Fun Run bertajuk “FightBack Run” #GerakBersama #AgainstSexualViolence yang dimulai pukul 06.00 di pelataran Gedung Kemendikbud, Jakarta.

Tujuan dengan aksi “Gerak Bersama” ini adalah menggalang menggalang dukungan masyarakat luas untuk bersama-sama mendesak pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual. Indonesia saat ini sedang darurat kasus kekerasan seksual. Oleh karena itu perlu diatur dalam UU.

Selain berlari, peserta juga akan diajak untuk berdonasi melalui Pundi Perempuan. Pendaftaran telah dibuka sejak 17 Oktober 2017 di laman INI. Biaya registrasi sebesar 150 ribu rupiah dan peserta mendapatkan racepack yang dapat diambil di Kantor Komnas Perempuan pada hari Kamis – Sabtu, 23-25 November 2017, Jam 11:00-19:00 WIB.

Lomba Poster Pekan ASI Sedunia 2017 – Kemenkes RI (Diperpanjang sampai 31 Juli 2017)

Tema:

"Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”

Sub tema:

  • Ibu Bekerja, ASI Tetap Diberikan
  • Ibu Bekerja, ASI Jalan Terus
  • Ayo Dukung Ibu Menyusui
  • Menyusui itu Mudah, Sehat  dan Tidak Menambah Biaya Keluarga
  • Menyusui, Anak Sehat, Cerdas dan Menjadi Generasi Berkualitas
  • Menyusu Meningkatkan Produktifitas Perusahaan
  • Menyusui, Menjaga Lingkungan dari Sampah Akibat Produk Susu Formula

Syarat Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

  • Peserta merupakan Warga Negara Indonesia, berusia 15 – 18 tahun, berdomisili/bersekolah di DKI Jakarta (**peserta luar DKI Jakarta dapat mengikuti lomba, namun apabila menjadi pemenang panitia tidak menyediakan biaya transportasi dan akomodasi untuk penerimaan hadiah tanggal 9 Agustus 2017 di Kemenkes).
  • Menunjukan tanda pengenal (Kartu Pelajar, KTP, KK, Identitas resmi lainnya)
  • Peserta merupakan perorangan tidak berkelompok
  • Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran
  • Peserta wajib mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran di sini dan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi ke alamat email posterpas2017@gmail.com sejak tanggal 17 Juli 2017 sampai tanggal 28 Juli 2017 (diperpanjang sampai 31 Juli 2017)
  • Peserta wajib memberi konfirmasi setelah mengirim formulir pendaftaran dengan menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms, dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM(spasi)SUDAHMENGIRIM FORMULIR.

Ketentuan Pembuatan Poster dalam Lomba Desain Poster Hari ASI Sedunia Tahun 2017 di Kementerian Kesehatan

  • Poster yang dibuat adalah karya sendiri bukan hasil karya orang lain atau plagiat dan belum pernah dipublikasikan serta belum pernah dilombakan pada lomba poster lain. Apabila poster tersebut terbukti melanggar ketentuan orisinalitas maka peserta akan didiskualifikasi dari perlombaan.
  • Jenis poster yang dilombakan adalah Poster publik.
  • Poster hanya boleh menggunakan bahasa Indonesia yang dituliskan dengan singkat, jelas, dan efektif.
  • Karya poster tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan politik.
  • Desain poster mencantumkan logo Kementerian Kesehatan
  • Karya poster dibuat menggunakan program computer grafis/software grafis yang tersedia (Corel Draw, Adobe Photoshop, Illustrator dll.)
  • Format file poster yang dikirimkan yaitu 2 jenis, Yang pertama sesuai dengan format file dari program/software aplikasi pembuatan poster dan yang kedua adalah format JPEG. Contoh: Apabila peserta membuat poster menggunakan coreldraw maka format yang dikirimkan berbentuk CDR dan wajib juga mengirimkan format JPEGnya.
  • Format karya poster dibuat dengan ukuran 3508 x 4961 pixels (setara dengan ukuran A3, 150 pixel/inch), dengan posisi vertikal.
  • Setiap peserta wajib membuat narasi atas karya yang dibuat. Narasi dibuat dalam 1 halaman kertas A4.
  • Peserta wajib mengirimkan softcopy poster dan narasi poster paling lambat hari Rabu, 1 Agustus 2017 sesuai format aplikasi bawaan yang  nama filenya diberi nama LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA (spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM, dengan melampirkan formulir pendaftaran dan scan Kartu Identitas dalam bentuk jpg. Dikirim ke email posterpas2017@gmail.com dengan subjek LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES (spasi)NAMA PESERTA(spasi)ASALSEKOLAH/ UNIVERSITAS/UMUM.
  • Setelah melakukan pengiriman, peserta wajib mengkonfirmasi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms dengan format LOMBAPOSTERPAS2017KEMKES(spasi)NAMA PESERTA(spasi) ASAL SEKOLAH/UNIVERSITAS/UMUM (spasi) SUDAH MENGIRIM KARYA
  • Naskah poster menjadi hak milik dan hak publikasi panitia sedangkan hak cipta tetap ada pada penulis.
  • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta jika melakukan pelanggaran.
  • Pengumuman pemenang yang akan diumumkan pada pada 6 Agustus 2017 melalui email dan media social
  • Pemenang akan diundang untuk menghadiri Peringatan Pekan Asi Sedunia 2017 di Kementerian Kesehatan untuk memperoleh penghargaan dan hadiah menarik dari Kementerian Kesehatan
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian Lomba Desain Poster Pekan ASI Sedunia 2017

  • Kesesuaian dengan Tema, ide dan gagasan yang menarik dan memberikan informasi yang baik.
  • Pesan.: Pesan singkat, padat , jelas dan terbaca. Jenis huruf yang jelas keterbacaannya. Warna huruf dan warna latar belakang kontras dan jelas.
  • Artistik: Hal-hal yang perlu diperhatikan: warna dan gambar yang menarik. Lebih baik gambar  tidak mengambil dari Internet, gambar menggunakan model/talent orang Indonesia, gambar tidak melanggar etika dan kesopanan.

Hadiah Pemenang

  • Juara 1             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
  • Juara 2             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik
  • Juara 3             :  Tropy + Sertifikat + Hadiah Menarik

Catatan: Seluruh peserta yang mengikuti lomba poster mendapatkan sertifikat, yang akan  dikirimkan ke alamat rumah. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi Hana (08119191291) atau Krisna (081392142631) melalui wa atau sms atau telepon.
 

Juri

  1. ekretariat Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan
  2. Dit. Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan
  3. Dit. Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan
  4. Dit. Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan
  5. Dit. Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan
  6. Forum Pelajar Indonesia

Media Promosi Kesehatan: Kampanye Imunisasi MR “Cegah Bahaya Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR”

Poster Imunisasi MR - Murid SekolahCampak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Gejala penyakit campak antara lain demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk.

Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak. Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi atau terinfeksi virus campak. Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 per tahun, dengan perkiraan 314 anak per hari atau 13 kematian setiap jamnya.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat. Gratis, tidak dipungut biaya.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa. Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Tahun ini, sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak.

Poster Imunisasi MR - MasyarakatDalam rangka menyukseskan kampanye ini, Kemenkes telah menyediakan vaksin MR sebanyak 4.777.150 vial beserta alat suntik dan logistik pendukungnya, buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, serta materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.

Biaya yang bersumber dari APBN dan GAVI untuk pelaksanaan kampanye ini mencapai 893 miliar. Kemenkes bersama WHO melakukan pendampingan bagi Dinas Kesehatan untuk dapat mengidentifikasi daerah rentan dan menemukan cara-cara demi memastikan paling tidak 95% anak terimunisasi.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Sumber : Kemenkes RI, 2017

***

Promkes.net HEALTH proMOTION  dan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) bekerjasama untuk menyukseskan Kampanye Imunisasi MR melalui kampanye di media online (website dan media sosial).

Unduh petunjuk teknis dan media kampanye Imunisasi MR di tautan berikut ini. Sobat bisa post di media sosial dan cantumkan hashtag: #ImunisasiMR #IndonesiaBebasCampakdanRubella

This slideshow requires JavaScript.

Cegah kecelakaan! Istirahatlah Setiap 3-4 Jam Saat Mengemudi Jarak Jauh

Libur lebaran telah dimulai. Saatnya mudik ke kampung halaman. Kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, sangat disayangkan jika perjalanan panjang akan berujung pada musibah. Keselamatan memang harus diutamakan. Terutama bagi yang menyetir.

Kelelahan sangat berhubungan dengan tingkat risiko kecelakaan. Saat tubuh yang terlalu lelah, maka waktu reaksi seseorang menjadi menurun. Waktu reaksi merupakan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk bereaksi terhadap suatu hal. Pada orang normal (sehat), waktu reaksinya adalah satu detik. Sedangkan ketika tubuh terlalu lelah, waktu reaksinya akan lebih lambat. Sebagai contoh, kalau ada orang yang tiba-tiba menyeberang, maka kemungkinan besar akan menabrak orang tersebut. Karena waktu reaksi kita terlambat.

Waktu maksimal seseorang untuk mengemudi terus-menerus adalah sekitar 3-4 jam. Idealnya, pengemudi harus beristirahat setelah tiga – empat jam menyetir. Karena pada saat itu stamina tubuh akan menurun sehingga badan menjadi kaku dan mulai mengantuk. Kita bisa memaksa sampai empat jam apabila kondisi masih siang atau sore. Jika sudah malam sebaiknya istirahat.

Jika ingin cepat sampai, sebaiknya bawa pengemudi cadangan. Keselamatan adalah investasi. Kecelakaan dapat dihindari.

motion for HEALTH

 

promosi kesehatan | kesehatan masyarakat | media promosi kesehatan | mudik | keselamatan

 

Buku Saku Mudik 2017 : Bekal Informasi Mudik Lebaran

Kementerian Kesehatan RI telah meluncurkan informasi Mudik Lebaran Tahun 2017. Buku saku tersebut berisi :

  1. Surat Edaran Menteri Kesehatan
  2. Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu
  3. 15 Provinsi Prioritas Pemantauan Angkatan Jalan
  4. Fokus Kesiapsiagaan
  5. Kalender Kegiatan
  6. Rencana pemantauan Bersama Posko Mudik Bersama tahun 2017
  7. Fokus Utama Dukungan Kesehatan
  8. Penguatan SPGDT
  9. Layanan Gawat Darurat Mudik Indonesia 119
  10. Layanan Emergency 119
  11. Koordinasi Pos Layanan Kesehatan
  12. Nomor Kontak Prioritas Posko Pemantauan Angkutan Jalan
  13. Posko Kesehatan di Jalur Mudik Lebaran
  14. Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi
  15. Media Informasi Pos Pemantauan Mudik

Bisa diunduh disini ya sob #MotionForHealth

Data Fasilitas Kesehatan gabungan unduh disini

Mike dan Pesan Kesehatan untuk Kita

ike

Kematian Mike Mohade cukup mengagetkan kita (Jawa pos, 1 Agustus 2016). Penyanyi yang pernah menjadi pemenang Indonesian Idol musim ke-2 di tahun 2005 masih cukup muda. Lebih mengagetkan lagi karena berita itu cukup mendadak. Bahkan keluarga dan teman yang ditinggalkan meresa sangat terkejut dengan kejadian ini. Pihak terdekatnya mengatakan bahwa penyebab kematian mike adalah karena serangan jantung.

Penyakit jantung dan penyakit degenaratif lainnya saat ini merupakan momok baru dalam dunia kesehatan. Penyakit jantung koroner menurut Riset Kesehatan Dasar 2007 masuk dalam penyebab utama kematian.prevalensi secara nasional mencapai 7,2%, bahkan kematian akibat penyakit jantung, hipertensi dan stroke menunjukan angka yang cukup tinggi. Penyakit ini menurut riskesdas tahun 2013 paling banyak terjadi pada usia 65 hingga 74 tahun.. Penderita penyakit jantung diindonesia mulai bervariatif. Paling besar muncul pada umur 45-65 tahun yakni sebesar 41%. Tetapi yeng lebih mengejutkan adalah adanya temuan di usia 15 hingga 24 tahun. Diperkirakan penderita jantung koroner di usia 15-35 tahun mencapai 22%. Meski jumlahnya sedikit ini berarti terjadi pergeseran penyakit degenaratif yang dulunya hanya muncul pada usia senja kini mulai menyerang usia muda.

Penyakit jantung koroner, merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak diderita oleh manusia. Penyakit yang sangat ditakuti ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pada arteri kororner atau pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung. Ketidak lancaran aliran darah akan menyebabkan gangguan asupan zat makanan dan oksigen ke jantung. Beberapa kejadian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner antara lain gangguan irama jantung, bahkan pada bebebrapa kejadian diketahui menyebabkan kematian mendadak.

Proses penyempitan ini tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Penyempitan bisa disebabkan oleh aterosklerosis. Arterosklerosis adalah proses pengerasan dinding arteri akibat penumpukan lemak dan kolesterol. Penyakit yang disebut penyakit degenaratif adalah suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal, atau bisa dikatakan fungsi sel tubuh menjadi lebih buruk. Proses kemunduran ini tidak terjadi secara tiba-tiba.

Penyebab dari penyakit degenaratif salah satuya adalah gaya hidup. Dengan mengetahui penyebabnya seharusnya kita bisa menggunakan ini untuk mencegahnya. Kita biasa mengenal pencegahan adalah sesuatu yang kita lakukan sebelum semuanya terjadi. Dalam pencegahan penyakit kita mengenal banyak tingkatan dalam pencegahan. Menurut Leavell dan Clark pencegahan penyakit dapat dibagi menjadi 5 tingkatan, atau biasa dikenal dengan 5 Level of Prevention. Pencegahan bisa dilakukan melalui tingkatan yang paling awal yakni Health promotion, kemudian dilanjutkan dengan tingkatan spesific protection, early diagnosis and prompt treatment, disibility limitation dan terakhir rehabilitation.

Health Promotion, pada tingkatan ini kita berusaha untuk hidup sehat dan menjaga keseimbangan tubuh sehingga mampu mengurangi kemungkinan muncul bibit penyakit. Pencegahan pada tingkat ini dilakukan ketika seseorang dalam keadaan sehat. Pencegahan ini dilakukan untuk mempertahankan seseorang agar selalu dalam keadaan sehat. Dalam tingkatan ini kita tidak mencegah suatu penyakit, tapi kita mencegah semua penyakit. Disarankan untuk tetap berolahraga dan menjaga asupan makanan serta menjaga kesehatan lingkungan. Pengetahuan yang cukup tentang kesehatan juga diperlukan untuk menjaga kita terhindar dari berbagai ancaman kesehatan.

Spesific Protection adalah tindakan unntuk mencegah penyakit tertentu. Ini yang merupakan perbedaan mendasar antara tahap ini dengan tahap sebelumnya. Pada tahap ini kita menghindari berbagai faktor resiko dari penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner yang disebabkan sebagian besar oleh masalah kardiovaskuler bisa dicegah dengan menghindari penumpukan lemak di pembuluh darah. Menghindari rokok, mengurangi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol, serta berolahraga minimal 3 kali seminggu dengan masing-masing berdurasi minimal 15 menit adalah sebuah tindakan yang tepat dalam tahap ini dalam mencegah penyakit jantung koroner.

Early Diagnosis dan Prompt Treatment adalah tahap dimana kita melakukan tindakan tertentu untuk mengetahui munculnya penyebab penyakit. Dengan mengetahui lebih dini maka kita akan mampu merencanakan tindakan selanjutnya. Disini bisa kita lihat pencegahan bukan hanya sebelum terjadi, tetapi juga ketika mulai muncul bibit penyakit. Pemeriksaan darah dan general check up merupakan sebuah solusi yang ditawarkan pada tahap ini. Dengan lebih dulu mengetahui kandungan lemak di dalam darah maka kita mampu untuk mencegah hal ini menjadi lebih besar. Diperlukan perubahan gaya hidup, ketika di tahap ini sudah mulai ditemukan faktor resiko.

Disability limitation merupakan sebuah tindakan terapi yang dilakukan pada penderita agar penyakit yang dideritanya tidak menjadi lebih parah. Pengobatan dan perawatan oleh tenaga kesehatan merupakan tindakan yang disarankan pada tahap ini.

Rehabilitation merupakan tindakan yang dimaksudkan untuk mengembalikan penderita agar mampu untuk kembali ke masyarakat dan mereka dapat hidup dan bekerja secara wajar. Tindakan ini dilakukan agar penderita tidak menjadi beban bagi orang lain. Pendidikan kesehatan juga diperlukan disini untuk memberikan pengetahuan bagi pasien dalam menjaga kesehatannya setelah sembuh.

Pencegahan sangat diperlukan dalam semua kasus penyakit. Dengan pencegahan kita bisa menghindari kita terpapar penyakit dan memungkinkan kita untuk menghindari akibat yang lebih besar baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun sosial.

***

Pulung Siswantara, SKM., M.Kes

Dosen dan Ketua Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Fakultas Kesehatan masyarakat
Universitas Airlangga

Viral! Menteri Susi: Tidak Makan Ikan, Saya ‘tenggelamkan’!

Akun resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan @kkpgoid mengunggah video sekitar 34 detik yang menampilkan himbauan Menteri Susi Pudjiastuti kepada masyarakat Indonesia agar semakin berminat mengonsumsi olahan ikan. Menurutnya, ikan adalah sumber protein yang menyehatkan.  Video ini langsung viral. Tercatat hampir 1000 kali dibagikan pengguna Twitter.

 

“Saya ingin mengkampanyekan untuk kita semua agar tambah minat dan menyenangi makan ikan karena ikan sehat dan banyak protein. Dan kita harapkankan manusia Indonesia tumbuh sehat karena banyak makan ikan,” kata menteri Susi dalam video tersebut.

Menteri yang terkenal nyentrik namun banyak prestasi sejak kemunculannya di barisan kabinet Jokowi ini menutup video dengan sentuhan kata yang menjadi ikonnya. Dengan nada bergurau ‘mengancam’, “Yang tidak makan ikan, saya ‘tenggelamkan’! “. Tentunya, langsung mendapatkan banyak respon beragam dari netizen.

“Wah ampun bu.. sambil cek stock ikan di kulkas”

Makan ikan selain bikin kenyang juga bikin sabar. Melatih menyingkirkan duri duri kehidupan. Cc: ikan bandeng. 😂

Menkes: Yang Tidak Makan Ikan, Nanti ‘Ditenggelamkan’ Bu Susi!

Suasana sore di Koridor Museum Fatahillah sore kemarin (Sabtu, 13/05/2017) tidak seperti biasanya. Ratusan ibu – ibu Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) tampak berbaris dan mengenakan baju berwarna biru muda. Mereka juga memakai atribut hiasan berbentuk ikan serta memegang miniatur bendera merah putih. Mereka menjadi peserta Festival Kuliner Ikan Nusantara yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI dan bekerjasama dengan sektor-sektor terkait. Acara ini mengusung tema “Makan Ikan Membuat Kita Semakin Sehat”. Di pinggiran lapangan Museum Fatahillah tampak berjajar stan, antara lain: Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) melayani cek kesehatan, stan konsultasi gizi dan  bermacam stan menyajikan kuliner olahan ikan yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Masyarakat juga dapat berbelanja buah-buahan organik yang dijual oleh beberapa stan.

Festival Kuliner Ikan Nusantara 2017
Masyarakat berkunjung ke stan Festival Kuliner Ikan Indonesia di lapangan Museum Fatahillah, Jakarta, kemarin (Sabtu, 13/4/2017). Stan menyediakan informasi kesehatan, buah-buahan organik dan hasil olahan ikan. Foto: Yeni Tri Herwanto | HEALTH proMOTION | http://www.promkes.net)

“Festival Kuliner Ikan Nusantara ini diadakan selama dua hari, 13 Mei 2017 pukul 15.00 – 22.00 dan 14 Mei 2017 pukul 09.00 – 19.00” terang dr. Anung Sugihantono M.Kes, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI mewakili panitia. Acara juga dimeriahkan demo masak oleh koki, talkshow nutrisi ikan, fishopedia dan penampilan band musik.

Pembukaan Festival Kuliner Ikan Nusantara 2017
Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K) membuka Festival Kuliner Ikan Indonesia di Koridor Museum Fatahillah, Jakarta, Kemarin (Sabtu, 13/05/2017). Tampak Menkes didampingi Menkominfo Rudiantara dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta staf ahli dari Kementerian Kelautan & Perikanan dan Kementerian Pariwisata. (Foto: Yeni Tri Herwanto | HEALTH proMOTION | http://www.promkes.net)

Pembukaan acara ini hadir pula Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta staf ahli dari Kementerian Kelautan & Perikanan dan Kementerian Pariwisata. “Lautan Indonesia menghasilkan ikan yang melimpah. Ikan mengandung gizi yang tinggi. Oleh karena itu, yang tidak makan ikan, saya ‘tenggelamkan’ ” pesan dari Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti dalam video yang diputar sebelum pembukaan oleh Menteri Kesehatan.

“Ibu hamil diharapkan bisa mengonsumsi makanan yang bergizi, termasuk ikan. Ikan akan memenuhi kebutuhan gizi bayi yang dikandung. Bapak-bapaknya, juga harus memberikan prioritas pemenuhan gizi anak. Karena, anak yang pintar menentukan kejayaan bangsa Indonesia di masa yang akan datang” ungkap Menteri Kesehatan Prof. Dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K). “Yang tidak makan ikan, nanti ‘ditenggelamkan’ Bu Susi ” imbuhnya menegaskan kembali pesan Menteri Kelautan & Perikanan dan disambut tepuk tangan meriah peserta.

Himpaudi menyemarakkan acara dengan Senam Gemari (Gemar Makan Ikan)  serempak. Hentakan musik penuh semangat dan gerak yang energik berhasil membuat acara semakin ceria. Mulai petang, pengunjung dihibur oleh band musik yang berhasil mengajak penonton berdendang dan bernyanyi bersama. (Yeni Tri Herwanto)

Senam Gemari - Foto Yeni Tri Herwanto
Ibu-ibu dari Himpaudi melakukan Senam Gemari (Gemar Makan Ikan) bersama di Lapangan Museum Fatahillah, Jakarta, Kemarin (Sabtu, 13/05/2017). Gerakan serempak dan energik berhasil menyemarakkan acara Festival Kuliner Ikan Nusantara. (Foto: Yeni Tri Herwanto | HEALTH proMOTION | http://www.promkes.net)

[ Informasi Kesehatan Masyarakat | Promosi Kesehatan |HEALT proMOTION | motion for HEALTH ]

10 Mei, Hari Lupus Sedunia #WorldLupusDay

Lebih dari lima juta orang dari seluruh belahan dunia diperkirakan terdiagnosis Lupus.  Jumlah Odapus (Orang yang hidup dengan Lupus) dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013 dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Sekitar 90% Odapus adalah wanita aktif usia subur antara 15-45 tahun. Hal ini sesuai dengan rasio jenis kelamin wanita berbanding pria yaitu 9:1.

Lupus sering dikenal juga dengan nama Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus adalah penyakit peradangan menahun (kronis) yang dapat mengenai berbagai organ dan sistem tubuh sebagai reaksi alergi terhadap diri sendiri atau disebut juga autoimun. Autoimun berasal dari kata auto artinya sel atau jaringan tubuh sendiri. Imun artinya sistem pertahanan tubuh. Jadi autoimun artinya situasi saat sistem imun tidak mengenali sel atau jaringan tubuh sendiri.

Lupus bukan penyakit menular. Namun, hingga saat ini penyebab Lupus belum diketahui. Diduga Lupus terjadi ketika suatu susunan gen yang memiliki kelemahan terkena paparan faktor lingkungan, yaitu ketidakseimbangan hormon, stres fisik maupun psikis (pikiran), sinar ultraviolet, infeksi, beberapa jenis obat dan zat kimia tertentu.

Waspadai jika mengalami empat atau lebih gejala Lupus berikut ini, segera konsultasi dengan dokter pemerhati Lupus untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Demam lebih dari 38’C dengan sebab yang tidak jelas.
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan.
  3. Sensitif terhadap sinar matahari.
  4. Rambut rontok.
  5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi.
  6. Ruam kemerahan di kulit.
  7. Sariawan yang tidak sembuh-sembuh terutama di atap rongga mulut.
  8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari dua sendi dalam jangka waktu lama.
  9. Ujung jari-jari tangan dan kaki menjadi pucat hingga kebiruan saat udara dingin.
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas.
  11. Kejang atau kelainan saraf lainnya.

Pemeriksaan laboratorium yang meliputi periksa darah rutin, urin rutin dan imunologis akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan beratnya penyakit.

Pada umumnya seseorang yang terdiagnosa penyakit berat akan mengalami beberapa fase sebelum  bisa menerima keadaaan dirinya. Saat ini masih banyak ditemukan mitos yang beredar yang berdampak negatif terhadap Odapus. Misalnya Lupus dianggap sebagai penyakit menular. Akibatnya masyarakat sering mengucilkan Odapus.

Oleh karena itu, informasi yang benar tentang Lupus pada keluarga dan masyarakat akan sangat bermanfaat untuk mendorong Odapus beraktifitas normal dan melanjutkan hidup yang lebih berkualitas.

***

Informasi Kesehatan Masyarakat | Promosi Kesehatan | “motion for HEALTH”

Sumber : SHF, World Lupus Day, Kemenkes RI

8 Mei – Hari Thalassaemia Sedunia

Thalassaemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakakan limpa dan hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan salah satu zat pembentuk Hemoglobin (Hb) sehingga produksi hemoglobin berkurang.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1994 menunjukkan bahwa jumlah carrier atau orang yang mempunyai gen pembawa Thalassaemia di seluruh dunia mencapai 4,5%, yaitu sekitar 250 juta orang. Menurut WHO, jumlah kasus Thalassaemia cenderung meningkat.

Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang berisiko Tinggi Thalassaemia. Prevalensi Thalassaemia bawaan atau carrier di Indonesia adalah sekitar 3-8%. Jika persentase Thalassaemia mencapai 5%, dengan angka kelahiran 23 per 1.000 dari 240 juta penduduk, maka diperkirakan ada sekitar 3.000 bayi penderita Thalassaemia yang lahir di Indonesia setiap tahunnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2007, menunjukkan bahwa prevalensi nasional Thalassaemia adalah 0,1 ‰. Ada 8 propinsi yang menunjukkan prevalensi Thalassaemia lebih tinggi dari prevalensi nasional, yaitu, Aceh: 13,4‰, Jakarta: 12,3‰, Sumatera Selatan: 5,4‰, Gorontalo: 3,1‰, dan Kepulauan Riau: 3‰.

Setiap tahun, sekitar 300 ribu anak dengan Thalassaemia akan dilahirkan dan sekitar 60-70 ribu di antaranya adalah penderita  dari jenis  beta-thalasemia mayor. Penderita beta-thalasemia mayormemerlukan transfusi darah sepanjang hidupnya.

Thalassaemia bukanlah penyakit menular melainkan penyakit yang dapat diturunkan. Cara penurunan thalasemia dibagi dalam tiga jenis. Jenis pertama adalah Thalassaemia trait (Thalassaemia minor). Keadaan ini terjadi pada orang yang sehat, namun ia dapat menurunkan gen Thalassaemia pada anaknya. Jenis kedua adalah Thalassaemia mayor. Keadaan ini terjadi bila kedua orangtua mempunyai pembawa sifat thalasemia dan penderitanya akan memerlukan transfusi darah secara berkala seumur hidupnya. Jenis ketiga adalah Thalassaemia intermedia yang merupakan kondisi antara Thalassaemia mayor dan minor. Penderita thalasaemia intermedia mungkin memerlukan transfusi darah secara berkala dan dapat bertahan hidup sampai dewasa.

Penjelasan tentang Thalassaemia dapat Sobat Sehat saksikan dalam tayangan berikut ini :

 

***

Sumber : Thalassaemia.org, Yayasan Thalassaemia Indonesia, Sehat Negeriku

[ Informasi Kesehatan Masyarakat | Media Promosi Kesehatan | motion for HEALTH ]