Blog

Workshop Public Health Leadership 2018

Public Health Leadership (PHL) hadir kembali. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Provinsi Jawa Timur ini bakal membawa konsep yang lebih menarik. Kali ini mengusung tema “Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat Menuju Optimalisasi Implementasi Program Indonesia Sehat. PHL2018 merupakan kerjasama Pengda Persakmi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

 

👥 Narasumber 👥

  • Seminar Panel :
    • “Peningkatan Kualitas Tenaga Kesehatan Masyarakat di Indonesia” bersama  Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc., P.H (Ketua Umum Pengurus Pusat PERSAKMI | Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin)
    • “Pengembangan Profesi Ahli Kesehatan Masyarakat” bersama Hanifa Maher Denny, S.KM., M.PH., Ph.D (Ketua Dewan Pakar Persakmi | Dekan FKM Universitas Diponegoro)

 

  • Topik Class-Workshop :
    • “Akreditasi Bukan Hanya Sertifikasi (Akreditasi Puskesmas & RS dan Mengenali Tanda-Tanda Puskesmas Sakit)” bersama Rachmat A. Pua Geno, S.KM., M.Kes (RS Muhammadiyah Lamongan | Sekretaris Jendral PERSAKMI) dan Estiningtyas Nugraheni, S.KM, M.ARS (Ahli Manajemen Rumah Sakit | Persakmi Jatim)
    • “Pemanfaatan Survey Kesehatan untuk Perencanaan dan Policy Brief” bersama Dr., drh, Didik Budijanto, M.Kes (Kepala PUSDATIN) dan Agung Dwi Laksono, S.KM, M.Kes (Litbangkes Kemenkes RI | Persakmi Jatim)
    • “Penurunan AKI / AKB sebagai Wujud Optimalisasi Program Indonesia Sehat” bersama Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si (Dosen Gizi FKM UNAIR)
    • “Tips & Trik Menjadi Health Promotor Zaman Now” bersama Y. Tri Herwanto S.KM.,M.Kes (Tim Public Health 2.0 Indonesia – Persakmi | Promotor Kesehatan – Promkes.net)

IMG_2368

 

Tanggal dan Tempat Kegiatan

📆 : Sabtu, 21 April 2018

🏢 : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Aula B2, lantai 3

🕝 : 08.00 s.d. Selesai

 

Dapatkan! 📒 Ilmu yang bermanfaat | 👤Relasi | 📄 Sertifikat SKP | 🛍 Seminar Kit | 🍴Snack & lunch | 📷 Photo Booth

 

✈️ Bagaimana Cara Daftarnya Sob?🤳

  1. Transfer pembayaran dulu ya di 0017433997 (Bank Jatim) a.n Persakmi Jatim
  2. Isi Formulir Pendaftaran DI SINI. Isi dengan benar sesuai data diri anda.
  3. Khusus untuk *MAHASISWA* hanya dapat memilih tema terakhir yaitu “Tips dan Trick menjadi Health Promotor Zaman Now”. Non mahasiswa juga boleh mengikuti kelas Health Promotor Zaman Now
  4. Jangan lupa klik *SUBMIT* ya

 

📞 Informasi lebih lanjut bisa menghubungi narahubung panitia :

  • Instagram: @phl2018
  • Email: persakmijatim@gmail.com
  • Narahubung: 📞 Krisna : 089602923656 | 📞 Lutfi fajar : 085785125455 (Whatsapp only)

 

SAMPAI JUMPA!

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah virus yang menyerang sistem imun dan jika tidak diterapi dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia hingga terjadi kondisi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Sifilis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Hepatitis Virus B yang selanjutnya disebut Hepatitis B adalah penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B.

Eliminasi Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B yang selanjutnya disebut Eliminasi Penularan adalah pengurangan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak.

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:

  1. memutus penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak;
  2. menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada ibu dan anak; dan
  3. memberikan acuan bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lain dalam penyelenggaraan Eliminasi Penularan.

Download Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang selanjutnya disingkat PPI adalah upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.

Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (Health Care Associated Infections) yang selanjutnya disingkat HAIs adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah sakit tapi muncul setelah pasien pulang, juga infeksi karena pekerjaan pada petugas rumah sakit dan tenaga kesehatan terkait proses pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

 

Request for Proposal (RFP) – REQ-CJR-18-0005 : Non-Technical (Sanitation Promotion) Service Provider of small (shared) communal septic system in densely population neighborhoods in Magelang City, Central Java

DAI, implementer of the USAID funded Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) Project, invites qualified bidders to submit proposals/bids for : Non-Technical (Sanitation Promotion) Service Provider of small (shared) communal septic system in densely population neighborhoods in Magelang City, Central Java.

Background

The USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene, Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) program is a five-year initiative designed to assist the Government of Indonesia (GOI) in increasing access to water supply and sanitation services as well as improving key hygiene behaviors among urban poor and vulnerable populations. USAID IUWASH PLUS works with governmental agencies, the private sector, NGOs, communities and others to achieve the following “high level” results:

  1. An increase of one million people in urban areas with access to improved water supply service quality, of which at least 500,000 are from the poorest 40% of the population (also referred to as the “Bottom 40%” or “B40”), vulnerable groups or Indonesia’s eastern provinces; and
  2. An increase of 500,000 people in urban areas with access to safely managed sanitation and all of whom are from the “B40”, vulnerable groups or Indonesia’s eastern provinces.

To ensure that improvements in access to WASH services are sustained, USAID IUWASH PLUS is guided by a development hypothesis that focuses on strengthening service delivery systems, so they can more effectively reach the poorest and most vulnerable segments of the population. In order to achieve this at scale, the program undertakes activities through four interrelated components, including: 1) improving household WASH services; 2) strengthening city WASH institutional performance; 3) strengthening the WASH financing environment; and 4) advancing national WASH advocacy, coordination and communication.

Objective

The main objectives of selecting the Non-Technical (Sanitation Promotion) Service Provider for construction of small (shared) communal septic system in densely population neighborhoods in Magelang City, Central Java are:

  • To coordinate and work closely with the regional Behavior Change Marketing (BCM) Specialist and Urban Sanitation Specialist (USS) in USAID IUWASH Central Java Regional Office in implementing the LSIC construction of small (shared) communal septic system in densely population neighborhoods.
  • To conduct community mobilization and promotion on safely managed sanitation in selected target areas (17 kelurahan) and with Local Government
  • To facilitate participative meeting, selection mechanism and agreement for the construction of shared communal septic tank system
  • To facilitate the participation of 120 benefited HH in the process of construction of shared septic tanks (in close collaboration with the Sanitation Technical Service Provider)
  • To supervise and documenting all activities under the LSIC construction of small (shared) communal septic system in densely population neighborhoods (in close collaboration with the Sanitation Technical Service Provider).

Posting & Reporting Relationships

The program will be managed by the USAID IUWASH PLUS Central Java Regional Team, in collaboration with the National Sanitation Team. The activity will be conducted start from February 2018 – October 2018. The Non Technical (Sanitation Promotion) Service Provider will be based in Magelang but on regular basis discuss and report the work plan, progress and issues encountered , and coordination with BCM and USS at USAID IUWASH PLUS Central Java Regional Office at Surakarta on Deliverables schedule.

Qualifications Required

The following are qualifications required for the Non-Technical (Sanitation Promotion) Service Provider position:

  • At least 5 years’ experience in sanitation programs such as the SANIMAS program or other similar programs
  • Bachelor’s degree in Social, sociology, behavior change and marketing. S1 minimum
  • Able to communicate effectively (written and oral) at the community and government levels
  • Able to work independently with limited supervision / facilities in Magelang City
  • Excellent interpersonal skills with the ability to work in a team environment
  • Able to prepare reports and documentation on work implementation (In Bahasa Indonesia)
  • Able to working in part-time within 9 months with working day minimum 15 days/month
  • Preferably domiciled in Magelang City

For those who match the qualifications, IUWASH PLUS inviting you to submit proposal, as the files attached or check the link as follows : HERE

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien

Keselamatan Pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Insiden Keselamatan Pasien yang selanjutnya disebut Insiden, adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien.

 

Download Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Eradikasi Frambusia

Penyakit Frambusia, Yaws, atau Patek yang selanjutnya disebut Frambusia adalah penyakit menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri Treponema Pertenue dan pada umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang.

Penanggulangan Frambusia adalah upaya kesehatan yang ditujukan untuk memutus mata rantai penularan serta menghilangkan angka kesakitan dan kecacatan.

Eradikasi Frambusia adalah upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan Frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional.

Surveilans Frambusia adalah kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus-menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian Frambusia dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan Frambusia untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien.

Pemberian Obat Pencegahan secara Massal Frambusia yang selanjutnya disebut POPM Frambusia adalah pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan bakteri Treponema Pertenue dan memutus mata rantai penularan secara serentak kepada penduduk sasaran di daerah endemis Frambusia.

 

Download Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Eradikasi Frambusia

Lowongan Kerja Sebagai Enumerator di Yayasan KNCV Indonesia

Yayasan KNCV Indonesia is a newly established non-profit organisation that aims to be a strong local and self-sustaining organization dedicated to the fight against tuberculosis (TB) in Indonesia. Yayasan KNCV Indonesia promotes effective, efficient, innovative and sustainable tuberculosis control strategies in Indonesia.  We are an organization of passionate TB professionals, including doctors, researchers, training experts, and epidemiologists. We aim to stop the spread of the TB epidemic and to prevent the further spread of drug-resistant TB.

Currently Yayasan KNCV Indonesia is looking for a:

Enumerator

Duty Stations : West Java (Bandung City and Bogor District), Central Java (Semarang City and Surakarta City), and North Sumatera (Deli Serdang and Medan)

Qualifications and Competencies:

• Degree in Public Health

• Available to work full time and currently not having any commitment with another organisation

• Able to work under pressure

• Able to achieve daily targets

• Able to demonstrate his/her understanding of current situation in the field of TB program/TB related issues

• Able to demonstrate his/her ability to communicate with TB patient

• Honest and accurate in collecting data, in order to have valid, verifiable and correct data

• Preferably have experience in conducting data collection using tablet or mobile data collection

• Willing to do field sweeping in order to find correct respondents

• Willing to follow all activities

• Preferably have experience in conducting interviews and FGDs using structured questionnaire

• Own and drive motorcycle is an added value

• Own health insurance (BPJS or other personal health insurance)

• Fresh graduate is preferred

Yayasan KNCV Indonesia offers a flexible and supportive work environment and strongly encourages developing your skills and abilities to further your career opportunities.

Interested applicants are requested to submit their CV and application to recruitment.indonesia@kncvtbc.org by 7 February 2018 at the latest.

Please ensure to put the post you apply for and preferred duty station in the subject line of your e-mail.

Only shortlisted candidates will be contacted.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia

Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya. Selain itu kesehatan juga merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 angka 16 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Masyarakat Indonesia sudah sejak zaman dahulu kala menggunakan ramuan obat tradisional Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. Ramuan obat tradisional Indonesia tersebut dapat berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral, namun umumnya yang digunakan berasal dari tumbuhan.

Perkembangan pelayanan kesehatan tradisional menggunakan ramuan ini kian pesat.  Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 bahwa persentasi penduduk Indonesia yang pernah mengonsumsi jamu sebanyak 59,12 % yang terdapat pada kelompok umur di atas 15 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, di pedesaan maupun di perkotaan, dan 95,60 % merasakan manfaatnya.

Persentase penggunaan tumbuhan obat berturut-turut adalah jahe 50,36 %, kencur 48,77 %, temulawak 39,65 %, meniran 13,93 % dan mengkudu 11,17 %. Bentuk sediaan jamu yang paling banyak disukai penduduk adalah cairan, diikuti berturut-turut seduhan/serbuk, rebusan/rajangan, dan bentuk kapsul/pil/tablet. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa rumah tangga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional 30,40%, diantaranya memilih keterampilan tanpa alat 77,80 % dan ramuan 49,00 %.

 

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat perlu memanfaatkan berbagai upaya pelayanan kesehatan, termasuk kesehatan tradisional yang merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam upaya kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Salah satu pendukung pemanfaatan kesehatan tradisional adalah Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI).

FROTI disusun berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat. Jenis gangguan tersebut antara lain kencing manis, kencing batu, sakit kepala tujuh keliling, sakit kepala sebelah, kembung, nyeri ulu hati, mencret, sembelit, mulas, sakit gigi, sakit pinggang, sakit tenggorokan, selesma.

Penggunaan ramuan dalam FROTI ini diarahkan untuk memelihara kesehatan dan membantu mengurangi keluhan penderita. Bila keluhan belum teratasi atau muncul keluhan lain, masyarakat sebaiknya tetap berkonsultasi ke tenaga medis (dokter). Untuk gangguan kesehatan yang sudah didiagnosa oleh tenaga medis (dokter), diharapkan tetap menggunakan obat yang disarankan oleh dokter.

Ramuan dalam FROTI ini digunakan sebagai pelengkap pengobatan jika digunakan bersamaan dengan pengobatan konvensional setelah dikomunikasikan terlebih dahulu kepada tenaga medis (dokter). Penggunaan ramuan secara rasional dan sesuai petunjuk pemakaian, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.

 

UNDUH DISINI

Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017

Pemantauan Status Gizi (PSG) merupakan kegiatan pemantauan perkembangan status gizi balita yang dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan. Pemantauan ini memberikan gambaran tentang kondisi status gizi balita. PSG tahun 2017 telah dilaksanakan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Pelaksanaan PSG bertujuan untuk mengawal upaya perbaikan gizi masyarakat agar lebih efektif dan efisien, melalui pemantauan perubahan status gizi maupun kinerja program dari waktu ke waktu, sehingga dapat menetapkan upaya tindakan tepat waktu, perubahan formulasi kebijakan dan perencanaan program. Pada PSG 2017, dilakukan juga Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG) untuk balita.

Hasil akhir PSG tahun 2017 ini disajikan dalam bentuk buku saku dan laporan lengkap. Buku saku PSG memberikan gambaran tentang status gizi balita yang disajikan menurut indeks BB/U, TB/U dan BB/TB dalam bentuk grafik dan narasi singkat.

 

UNDUH DISINI

 

“Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku” Mediakom Edisi 88 – November 2017

Mediakom edisi 88 terbit di bulan November 2017. Kali ini mengangkat tema “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”. Terbitan ini bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 2017. berikut ulasan informasi yang Sobat Sehat bisa nikmati :

INFO SEHAT

  • Daun Kelor yang Super
  • ‘Rambu’ Memilih dan Menggunakan Kosmetik
  • Gagal Ginjal Akut, Siapa Takut?

MEDIA UTAMA

  • Sehat keluargaku, Sehat Indonesiaku

PROFIL 

  • Menyehatkan Indonesia Lewat Tanaman Obat

LIPSUS

  • Pendidikan, Rokok, Penyakit dan Kerugian Ekonomi
  • Menkes: Lakukan Riset Dampak Rokok di Indonesia

PERISTIWA

  • Pembiayaan Penyakit Katastropik Tetap Ditanggung JKN
  • Tigapuluh Item Rekomendasi Kesehatan Haji
  • Bahaya Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter

REFORMASI BIROKRASI

  • Kemenkes Lebih Maju Kelola Pengaduan Publik
  • Hasil Survey Sebut Masyarakat Puas Dengan Pelayanan Publik Kemenkes

KOLOM

  • 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Bidang Kesehatan

 

UNDUH DISINI