MUI Akhiri Kontroversi Penggunaan Vaksin MR

Bahaya Campak dan Rubella

Menurut Kementerian Kesehatan, komplikasi Campak telah membunuh lebih dari 562.000 anak per tahun di seluruh dunia pada tahun 2000. Upaya pun terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa. Imunisasi Campak digencarkan. Alhasil, angka kasus Campak berhasil diturunkan. Tahun 2014 kematian akibat campak di dunia berhasil ditekan menjadi 115.000 per tahun, dengan perkiraan 314 anak per hari atau 13 kematian setiap jamnya.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus  melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit ini antara lain demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Rubella menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan upaya pencegahan serius dan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Selain itu, Studi estimasi beban penyakit CRS (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2013 menunjukkan terdapat sekitar 2.767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun. Perhitungan modelling di Provinsi Jawa Timur diperkirakan sebanyak 700 bayi yang dilahirkan setiap tahun mengalami penyakit CRS.

Membentuk Herd Immunity Untuk Cegah KLB

Penyakit Campak sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk. 

Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak. Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi atau terinfeksi virus campak. Bila cakupan imunisasi masih rendah, maka peluang terjadinya kejadian luar biasa (KLB) sangat tinggi.  Jadi, memastikan imunisasi dapat diakses oleh seluruh masyarakat sangat penting. Peran aktif masyarakat sangat menentukan penciptaan kekebalan kelompok/lingkungan ini.

Perlu Kampanye MR untuk eliminasi Campak dan pengendalian Rubella/CRS (Congenital Rubella Syndrome).

Imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian Rubella/CRS maka dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Oleh karena itu, sejak tahun lalu kampanye pemberian imunisasi MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun terus digencarkan dengan target membentuk imunitas kelompok (herd immunity) sehingga dapar mencegah (cakupan minimal 95%).

Mengakhiri pro-kontra tentang halal dan haram penggunaan vaksin MR. 

Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan keputusan mengenai vaksin Measles & Rubella (MR) ini per 20 Agustus 2018. MUI memperbolehkan (mubah) penggunaan MR melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari Serum Institute of India (SII). Beberapa pertimbangannya yaitu adanya kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci dan ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor : 33 Tahun 2018

Tentang

PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Dengan bertawakal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

Menetapkan : FATWA TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Pertama : Ketentuan Hukum

1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.

2. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.

3. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena :

a. Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah)

b. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci

c. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

4. Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Kedua : Rekomendasi

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

Ketiga : Ketentuan Penutup

1. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

2. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal :

08 Dzulhijjah 1439 H

20 Agustus 2018 M

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

PROF.DR.H. HASANUDDIN AF., MA

Ketua

DR.H. ASRORUN NI’AM SHOLEH, MA

Sekretaris

Referensi

  • ***
  • Y. Tri Herwanto, S.K.M., M.Kes
  • Hario Megatsari, S.K.M., M.Kes
  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.